Foto ilustrasi maskapai penerbangan. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis bahan bakar jet atau avtur mulai berdampak besar terhadap industri penerbangan global. Sejumlah maskapai internasional dilaporkan memangkas sekitar 13 ribu penerbangan sepanjang Mei 2026 akibat lonjakan biaya operasional yang terus meningkat.
Euronews melaporkan, pemangkasan jadwal tersebut membuat hampir dua juta kursi penerbangan hilang dari pasar hanya dalam dua pekan terakhir April. Dampaknya diperkirakan semakin terasa menjelang musim liburan akhir Mei dan awal musim panas di Eropa.
Maskapai-maskapai besar seperti Turkish Airlines, Lufthansa, British Airways, hingga KLM mulai melakukan penyesuaian besar pada jadwal penerbangan mereka. Sejumlah rute dikurangi, sementara penerbangan dengan permintaan rendah mulai dihentikan sementara.
Lufthansa bahkan disebut memangkas sekitar 20.000 rute jarak pendek dari jadwal musim panas tahun ini. Data firma analitik penerbangan Cirium juga menunjukkan kapasitas kursi penerbangan selama Mei turun dari sekitar 132 juta menjadi 130 juta kursi.
Kondisi tersebut dipicu lonjakan harga avtur yang terjadi setelah konflik Iran memanas sejak Februari 2026. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menyebabkan Selat Hormuz sempat ditutup dan mengganggu distribusi minyak dunia.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak global. Penutupan jalur strategis tersebut membuat harga bahan bakar jet melonjak tajam hingga lebih dari dua kali lipat dalam waktu relatif singkat.
Maskapai penerbangan pun mulai mencari berbagai cara untuk menekan pengeluaran. Selain mengurangi jumlah penerbangan, sejumlah operator juga mengganti pesawat berbadan besar dengan armada yang lebih kecil agar konsumsi avtur lebih hemat.
Di beberapa rute populer, harga tiket pesawat juga mulai mengalami kenaikan karena kapasitas kursi semakin terbatas. Situasi tersebut membuat calon penumpang berpotensi menghadapi biaya perjalanan yang lebih mahal dibanding biasanya.
Bagi penumpang yang sudah membeli tiket, risiko perubahan jadwal mendadak kini semakin tinggi. Tidak sedikit maskapai yang mulai memindahkan penumpang ke jadwal penerbangan lain akibat penyesuaian operasional.
Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi rencana perjalanan keluarga yang hendak memanfaatkan masa libur akhir Mei, terutama di Inggris dan sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, serta Turki.
Pemerintah Inggris bahkan mulai mengambil langkah darurat untuk mengurangi tekanan terhadap maskapai. Menteri Transportasi Inggris, Heidi Alexander, mengumumkan penangguhan sementara aturan slot penerbangan di sejumlah bandara Inggris.
Kebijakan tersebut memungkinkan maskapai mengurangi frekuensi penerbangan tanpa khawatir kehilangan hak slot bandara mereka kepada maskapai pesaing.
Meski musim liburan baru dimulai, industri penerbangan global kini menghadapi ketidakpastian besar akibat krisis avtur yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Karena itu, penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada akhir Mei disarankan rutin memeriksa status tiket dan perubahan jadwal dari maskapai masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
2

















































