Harianjogja.com, JOGJA—Banyak pengguna Instagram mendadak kehilangan followers dalam jumlah besar dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini memicu kepanikan karena penurunannya terjadi sangat cepat, bahkan dialami selebritas dunia seperti Kylie Jenner dan Madison Beer.
Laporan serupa juga muncul dari komunitas pengguna Reddit. Salah satu pengguna menyebut penyanyi Madison Beer kehilangan sekitar 400.000 pengikut diduga akibat proses pembersihan akun palsu dan akun tidak aktif yang sedang dilakukan Instagram.
Hingga kini, Meta sebagai induk perusahaan Instagram belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan operasi pembersihan akun dalam skala besar tersebut. Meski begitu, Meta memang diketahui rutin menghapus akun spam, bot, dan akun tidak aktif demi menjaga kualitas interaksi di platformnya.
Langkah tersebut biasanya dilakukan untuk meningkatkan akurasi engagement sekaligus mengurangi aktivitas spam yang mengganggu pengguna. Karena itu, akun-akun yang selama ini terindikasi tidak aktif atau dianggap palsu berpotensi dihapus secara massal.
Bagi influencer, kreator konten, maupun pelaku bisnis digital, penurunan followers dalam jumlah besar tentu bisa berdampak serius. Jumlah pengikut selama ini sering dijadikan ukuran popularitas, kredibilitas akun, hingga penilaian kerja sama promosi dengan merek tertentu.
Tidak sedikit pengguna yang awalnya mengira penurunan followers terjadi karena performa konten menurun. Namun kondisi yang dialami secara bersamaan oleh banyak akun membuat dugaan pembersihan massal semakin kuat.
Di sisi lain, Meta juga baru mengumumkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi pengguna di bawah usia 13 tahun di platform mereka. Teknologi tersebut digunakan untuk memeriksa aktivitas dan identitas akun secara otomatis.
Dalam penjelasan di blog resminya, Meta menyebut sistem AI akan menganalisis berbagai informasi, mulai dari unggahan ulang tahun, percakapan terkait sekolah, bio akun, komentar, hingga keterangan foto yang diunggah pengguna.
Jika sistem mendeteksi akun diduga dimiliki anak berusia di bawah 13 tahun, akun tersebut bisa dinonaktifkan sementara. Pemilik akun kemudian diminta menjalani proses verifikasi usia agar akun tidak dihapus permanen.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa Instagram kini semakin agresif membersihkan akun-akun yang dianggap tidak valid. Selain bot dan spam, akun yang terindikasi melanggar aturan usia pengguna juga mulai menjadi sasaran pengawasan otomatis.
Karena itu, jika jumlah followers Instagram tiba-tiba turun dalam beberapa hari terakhir, kondisi tersebut kemungkinan bukan sepenuhnya akibat konten yang sepi peminat. Penurunan bisa terjadi karena Instagram sedang memperketat pembersihan akun palsu dan akun tidak aktif secara global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
2

















































