KLIKPOSITIF – Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai merasakan penurunan energi yang membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan dibandingkan saat masih muda. Jika dahulu berbagai pekerjaan dapat diselesaikan dalam satu hari tanpa kesulitan, kini aktivitas ringan sekalipun terkadang sudah cukup menguras tenaga.
Para ahli menjelaskan, penurunan energi merupakan proses alami yang dipengaruhi oleh penuaan, kondisi kesehatan, pola hidup, hingga efek samping obat-obatan. Namun, kabar baiknya, sejumlah perubahan gaya hidup dapat membantu mempertahankan bahkan meningkatkan energi sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Berbagai Faktor Penyebab Penurunan Energi
Salah satu penyebab utama berkurangnya energi adalah proses penuaan. Seiring usia, jumlah mitokondria atau “pembangkit energi” di dalam sel tubuh berkurang sehingga produksi adenosin trifosfat (ATP), molekul yang menyediakan energi bagi sel, ikut menurun.
Selain itu, massa otot juga terus menyusut seiring bertambahnya usia. Berkurangnya massa otot berarti jumlah sel dan mitokondria juga menurun, sehingga kemampuan tubuh menghasilkan energi menjadi lebih rendah. Kondisi ini dapat semakin memburuk apabila seseorang jarang beraktivitas fisik. Penyakit kronis seperti depresi, rheumatoid arthritis, dan penyakit jantung juga dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tak hanya itu, beberapa jenis obat, seperti antidepresan, antihistamin, obat antikejang, serta sejumlah obat penurun tekanan darah, diketahui memiliki efek samping berupa rasa kantuk atau mudah lelah.
Pola makan yang kurang sehat juga berkontribusi terhadap penurunan energi. Konsumsi makanan olahan secara berlebihan atau asupan kalori yang tidak mencukupi dapat mengurangi pasokan nutrisi yang dibutuhkan organ, otot, dan sel tubuh untuk bekerja secara optimal.
Kurang tidur, stres berkepanjangan, serta isolasi sosial juga dapat memengaruhi fungsi tubuh hingga tingkat sel sehingga energi menjadi cepat terkuras.
Aktivitas Fisik Jadi Cara Efektif Meningkatkan Energi
Para ahli menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup merupakan langkah paling efektif untuk meningkatkan energi. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi makanan olahan dan gula tambahan, memenuhi kebutuhan kalori harian, tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam, serta mengelola stres dengan baik.
Apabila rasa lelah diduga berkaitan dengan konsumsi obat tertentu, konsultasi dengan dokter juga disarankan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Selain itu, aktivitas fisik menjadi salah satu cara tercepat untuk meningkatkan energi. Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas aerobik, seperti jalan cepat, sedikitnya 150 menit setiap minggu serta latihan penguatan otot minimal dua kali dalam seminggu.
Sebuah tinjauan terhadap hampir 200 uji klinis acak yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine pada 2023 menunjukkan bahwa latihan kekuatan, dalam jumlah berapa pun, mampu meningkatkan massa otot dan fungsi fisik dibandingkan tidak berolahraga sama sekali. Hasil terbaik diperoleh pada latihan dengan beban yang lebih berat dan jumlah pengulangan yang lebih banyak.
Gunakan Energi Secara Bijak
Selain meningkatkan energi, para ahli juga menyarankan agar energi yang dimiliki digunakan secara efisien melalui strategi yang dikenal sebagai empat P, yaitu prioritizing, planning, pacing, dan positioning.
Prioritizing (Menentukan Prioritas) dilakukan dengan mendahulukan aktivitas yang benar-benar penting dibandingkan kegiatan yang masih dapat ditunda. Cara ini membantu menghemat energi untuk keperluan yang lebih mendesak.
Planning (Perencanaan) berarti mengatur jadwal aktivitas agar tidak terlalu padat dalam satu hari. Perencanaan juga dapat mencakup waktu istirahat yang cukup, menyiapkan perlengkapan sebelum memulai pekerjaan, hingga meminta bantuan keluarga atau teman untuk aktivitas yang membutuhkan tenaga lebih besar.
Pacing (Mengatur Ritme) dilakukan dengan menghindari kebiasaan terburu-buru saat beraktivitas. Membagi pekerjaan besar menjadi beberapa tugas kecil yang diselingi waktu istirahat dinilai lebih efektif dalam menjaga stamina sekaligus mengurangi risiko kelelahan dan cedera.
Sementara itu, Positioning (Posisi Tubuh) menekankan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik saat duduk maupun berdiri agar paru-paru dapat bekerja lebih optimal dalam menyerap oksigen. Duduk ketika melakukan aktivitas tertentu, seperti menyiapkan makanan atau mandi menggunakan kursi khusus, juga dapat membantu menghemat energi.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengelola aktivitas secara bijak, penurunan energi akibat bertambahnya usia dapat diminimalkan. Langkah-langkah sederhana tersebut diyakini mampu membantu seseorang tetap aktif, mandiri, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

10 hours ago
2


















































