Suka Minuman Manis Sejak Kecil Berkaitan Erat dengan Risiko Hipertensi di Masa Dewasa

14 hours ago 4

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF — Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis sejak usia muda berpotensi berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi di kemudian hari. Hal itu terungkap dalam studi Harvard yang dipublikasikan secara daring pada 22 Juni 2026 di jurnal Circulation.

Peneliti menganalisis data kesehatan 25.749 peserta Growing Up Today Study (GUTS), penelitian yang mengikuti hubungan antara kebiasaan hidup sejak masa kanak-kanak dan kesehatan sepanjang hidup. Sebanyak 55 persen peserta merupakan perempuan dan rata-rata berusia sekitar 12 tahun saat pertama kali mengikuti penelitian. Mereka kemudian dipantau hingga 25 tahun, dengan catatan pola makan dikumpulkan setiap satu hingga empat tahun.

Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang mengonsumsi minuman berpemanis dalam jumlah tertinggi—dua porsi atau lebih per hari, termasuk soda, minuman olahraga, dan jus buah—memiliki risiko mengalami hipertensi 52 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya, yakni kurang dari tiga porsi per minggu.

Baca Juga

Secara lebih spesifik, setiap tambahan satu porsi soda per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi sebesar 23 persen. Sementara itu, setiap tambahan satu porsi minuman olahraga per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 36 persen.

Konsumsi jus buah dalam jumlah tinggi juga menunjukkan kaitan serupa. Mereka yang mengonsumsi setidaknya 1,5 porsi jus buah per hari memiliki risiko hipertensi 35 persen lebih tinggi dibandingkan peserta yang jarang mengonsumsi jus.

Namun, konsumsi buah utuh tidak menunjukkan hubungan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Peneliti menduga perbedaan tersebut berkaitan dengan cara tubuh memproses buah utuh dibandingkan jus, terutama karena buah utuh tetap mengandung serat.

Peneliti juga memperkirakan bahwa mengganti satu porsi minuman berpemanis setiap hari dengan air putih dapat dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 9 persen. Penggantian dengan susu dikaitkan dengan penurunan risiko 13 persen, sedangkan menggantinya dengan buah utuh berpotensi menurunkan risiko hingga 22 persen.

Meski demikian, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa konsumsi minuman manis secara langsung menyebabkan hipertensi atau bahwa menguranginya sejak masa kanak-kanak pasti mencegah tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Selain itu, penelitian berfokus pada peserta yang relatif muda sehingga hasilnya belum tentu sepenuhnya berlaku bagi kelompok usia lanjut. Kendati demikian, temuan tersebut sejalan dengan sejumlah penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi minuman berpemanis dan memilih minuman yang lebih sehat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jangka panjang.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news