KLIKPOSITIF- Kapal TB Simponi terbakar di perairan Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026) pagi. Dalam kejadian tersebut, satu dari 10 orang yang berada di atas kapal meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, mengatakan kapal tersebut berlayar dari Sibolga dengan tujuan Tarahan, Lampung.
“Kapal terbakar di kamar mesin pada pukul 08.22 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.51 WIB,” kata Abdul Malik dalam laporan perkembangan operasi SAR, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, setelah api berhasil dipadamkan, nakhoda kapal meminta bantuan untuk mengevakuasi para awak kapal.
Kapal TB Simponi diketahui berada di sekitar koordinat 0°53’09.00″S – 100°01’08.00″T. Lokasi tersebut berjarak sekitar 20,68 kilometer dari Dermaga RIB Muara Padang.
Kantor SAR Padang menerima informasi kejadian dari VTS Teluk Bayur pada pukul 09.17 WIB. Selanjutnya, tim langsung melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi menggunakan RIB 02.
“Pada pukul 09.32 WIB, RIB 02 berangkat menuju lokasi dengan membawa lima personel. Tim tiba sekitar pukul 10.10 WIB,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan nakhoda TB Simponi. Petugas kemudian mengevakuasi tiga orang awak kapal yang selamat dan satu korban meninggal dunia.
Sementara itu, enam awak kapal lainnya tetap berada di TB Simponi untuk rencana proses towing kapal.
Empat korban yang dievakuasi kemudian dibawa menuju Dermaga Muara Padang. Pada pukul 11.55 WIB, tim tiba di dermaga dan selanjutnya korban dievakuasi menggunakan ambulans Mentawai Fast menuju Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Korban meninggal dunia diketahui bernama M. Jay (31), yang menjabat sebagai masinis 2.
Sementara sembilan awak kapal lainnya yang selamat yakni Abdul Kodir Jailani (37), M. Erlangga Junior (23), M. Andika Anugrah (32), Nawir (32), Leo Heru (41), Baring Usman Daeng Salasa (39), Muhsugar (20), M. Nasir (68), dan Yuswar (21).
Operasi SAR kemudian memasuki tahap akhir. Pada pukul 12.10 WIB dilakukan debriefing dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
“Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR diusulkan untuk penutupan operasi,” kata Abdul Malik.
Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Padang melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Polairud Polda Sumbar, Kodaeral II Padang, Hubla Sumbar, KSOP, VTS Teluk Bayur, KPLP Padang, Brimob Polda Sumbar, KKP Teluk Bayur dan Mentawai Fast.
Operasi didukung RIB 02, rescue car, peralatan medis, evakuasi, komunikasi serta peralatan pendukung lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi saat operasi berlangsung cerah berawan. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan sekitar 7 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter.

12 hours ago
6


















































