KLIKPOSITIF – Kebutuhan terhadap pola makan bergizi menjadi semakin penting ketika seseorang memasuki usia 50 tahun ke atas. Asupan makanan yang tepat tidak hanya membantu mempertahankan energi, tetapi juga dapat mendukung kesehatan tubuh dan menurunkan risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan pertambahan usia, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
Meski demikian, tidak ada satu pola makan yang berlaku sebagai pilihan terbaik bagi seluruh pria dan wanita berusia di atas 50 tahun. Setiap orang tetap membutuhkan karbohidrat, lemak, dan protein dalam jumlah yang seimbang. Tidak terdapat komposisi khusus yang harus diikuti selama seseorang menghindari pola makan yang ekstrem.
Sejumlah penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kualitas makanan lebih penting dibandingkan sekadar memilih pola makan rendah lemak, rendah karbohidrat, atau pola makan di antara keduanya.
Secara umum, pola makan sehat untuk orang lanjut usia memiliki sejumlah prinsip utama.
Perbanyak Makanan Nabati
Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, kacang pohon, dan biji-bijian merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Makanan nabati juga kaya akan serat serta senyawa alami yang disebut fitokimia. Senyawa tersebut memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, bahkan berpotensi membantu melindungi tubuh dari sejumlah penyakit.
Karena itu, memperbanyak konsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan dapat menjadi bagian penting dari pola makan sehat setelah memasuki usia 50 tahun.
Pastikan Asupan Protein Cukup
Protein merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk dipenuhi seiring bertambahnya usia. Berbagai penelitian menunjukkan pentingnya mengonsumsi protein dalam jumlah yang memadai untuk mendukung kesehatan tubuh.
Sumber protein dapat berasal dari berbagai jenis makanan. Namun, protein nabati seperti kacang-kacangan, lentil, produk berbahan kedelai, kacang dan biji-bijian, serta protein dari ikan termasuk pilihan yang memberikan banyak manfaat kesehatan.
Utamakan Makanan Minim Proses
Kualitas makanan juga menjadi perhatian penting. Pola makan yang banyak mengandung makanan ultra-proses dapat berkaitan dengan kenaikan berat badan serta perubahan yang tidak sehat pada kadar gula darah dan kolesterol.
Proses pengolahan makanan dalam tingkat tertentu juga dapat mengurangi kandungan zat gizi, sekaligus menambahkan lemak, gula, natrium, bahan tambahan, dan pengawet.
Karena itu, makanan yang minim proses sebaiknya lebih sering menjadi pilihan dalam menu sehari-hari.
Batasi Lemak Jenuh, Gula Tambahan, dan Natrium
Selain memperbanyak makanan bergizi, pembatasan sejumlah komponen makanan juga penting. Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan agar konsumsi lemak jenuh dibatasi hingga kurang dari 10 persen dari total kalori harian.
Batasan serupa juga berlaku untuk gula tambahan, yakni gula yang ditambahkan selama proses pengolahan makanan atau minuman.
Sementara itu, konsumsi natrium dianjurkan tidak lebih dari 2.300 miligram (mg) per hari. Jumlah tersebut menjadi perhatian karena rata-rata konsumsi natrium masyarakat Amerika Serikat masih jauh lebih tinggi, yakni lebih dari 3.400 mg per hari.
Dengan bertambahnya usia, penerapan pola makan yang mengutamakan makanan nabati, protein yang cukup, makanan minim proses, serta membatasi lemak jenuh, gula tambahan, dan natrium dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Pada akhirnya, tidak ada satu pola makan yang harus diterapkan oleh semua orang berusia di atas 50 tahun. Yang lebih penting adalah memilih makanan berkualitas dan menjaga keseimbangan asupan secara konsisten sesuai kebutuhan masing-masing.

19 hours ago
7


















































