Insomnia Jadi Gangguan Tidur yang Umum, Kenali Gejala dan Penyebabnya

17 hours ago 7

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF – Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang paling umum dan ditandai dengan kesulitan mendapatkan tidur yang cukup atau tidur tanpa terbangun berulang kali. Kondisi ini dapat membuat seseorang sulit terlelap, terbangun pada malam hari, atau terbangun terlalu pagi tetapi tetap merasa tidak cukup beristirahat.

Gejala insomnia tidak hanya muncul pada malam hari. Pada siang hari, penderita dapat merasa lelah, cemas, mudah tersinggung, serta mengalami kesulitan berkonsentrasi. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain sulit memulai tidur, terbangun beberapa kali sepanjang malam, serta terbangun terlalu dini tanpa merasa segar setelah tidur.

Kebiasaan Sehari-hari Bisa Memicu Insomnia

Insomnia jangka pendek sering kali berkaitan dengan kebiasaan pada siang maupun malam hari. Stres dan kecemasan menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu kualitas tidur.

Perubahan lingkungan tidur, seperti menginap di hotel atau rumah kerabat, juga dapat memicu gangguan tidur. Kondisi kamar yang terlalu panas, dingin, terang, atau berisik, serta kasur yang tidak nyaman dapat membuat seseorang lebih sulit tidur.

Faktor lain yang dapat berkontribusi adalah pakaian tidur yang terlalu ketat atau pasangan tidur yang mendengkur dan memiliki pola tidur yang mengganggu.

Kebiasaan menggunakan tempat tidur untuk aktivitas selain tidur juga dapat berpengaruh. Menonton televisi atau membaca dalam waktu lama di tempat tidur dapat membuat otak mengasosiasikan tempat tidur dengan aktivitas tersebut, bukan dengan waktu untuk tidur.

Pola makan dan gaya hidup juga turut berperan. Makan terlalu banyak menjelang tidur, mengonsumsi minuman beralkohol sebelum tidur, terlalu banyak mengonsumsi kafein pada siang hari, serta merokok dapat mengganggu tidur.

Kurangnya aktivitas fisik pada siang hari maupun berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat menjadi faktor. Sementara itu, perjalanan ke zona waktu berbeda atau berada di dataran tinggi dapat mengubah pola tidur seseorang.

Insomnia Kronis Perlu Mendapat Perhatian

Insomnia dikategorikan sebagai kondisi kronis apabila terjadi setidaknya tiga malam dalam seminggu selama tiga bulan atau lebih. Pada kondisi ini, gangguan tidur dapat berkaitan dengan masalah medis maupun psikologis.

Sejumlah gangguan kesehatan mental, terutama depresi, kecemasan, dan post-traumatic stress disorder (PTSD), dapat berhubungan dengan insomnia kronis.

Penyakit kronis seperti penyakit ginjal, gagal jantung, dan asma juga dapat mengganggu tidur. Demikian pula nyeri berkepanjangan akibat artritis, fibromyalgia, neuropati, refluks asam lambung, atau kanker.

Gangguan keseimbangan hormon, terutama yang berkaitan dengan menopause atau hipertiroidisme, juga dapat menyebabkan masalah tidur. Selain itu, beberapa obat resep memiliki insomnia sebagai salah satu efek samping.

Gangguan lain yang dapat mengganggu tidur adalah restless legs syndrome, yaitu kondisi yang menimbulkan sensasi tidak nyaman pada kaki sehingga seseorang terdorong untuk menggerakkan atau menyentakkan kakinya. Obstructive sleep apnea juga dapat menjadi salah satu penyebab insomnia.

Kehamilan Dapat Meningkatkan Risiko Insomnia

Ibu hamil juga termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur. Perubahan hormon selama kehamilan, rasa mulas, kram kaki, restless legs syndrome, serta meningkatnya frekuensi buang air kecil dapat membuat tidur terganggu.

Seiring bertambahnya ukuran janin, ibu hamil juga dapat semakin kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman.

Insomnia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis dan psikologis. Karena itu, gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus perlu diperhatikan, terutama ketika mulai mengganggu aktivitas dan fungsi seseorang pada siang hari.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news