Simulasi Ancaman Bom Pesawat, TNI AU Uji Respons Personel di Malang

5 hours ago 2

Simulasi Ancaman Bom Pesawat, TNI AU Uji Respons Personel di Malang

Foto ilustrasi radar pesawat. - Freepik

Harianjogja.com, MALANG—TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar simulasi penanganan ancaman bom pesawat untuk menguji kesiapsiagaan personel menghadapi potensi aksi teror penerbangan. Latihan ini berlangsung dalam Latihan Kesiagaan I Kodau II "Sikatan Daya" 2026 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (3/6) tersebut dirancang dengan skenario darurat penerbangan yang melibatkan ancaman bahan peledak di dalam pesawat. Simulasi dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan personel dalam menjalankan prosedur pengamanan sesuai standar yang berlaku.

Dalam siaran pers resmi Dinas Penerangan TNI AU yang disampaikan pada Sabtu, dijelaskan bahwa latihan tersebut menitikberatkan pada penanganan ancaman bom pesawat melalui rangkaian simulasi yang dibuat menyerupai kondisi nyata.

"Skenario latihan diawali saat Air Traffic Control (ATC) Lanud Abdulrachman Saleh menerima informasi dari Radar Surabaya mengenai ancaman bom terhadap pesawat Cassa 212 registrasi PK-ABD," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi di Jakarta.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas ATC mengarahkan pesawat untuk melakukan pendaratan darurat di Lanud Abdulrachman Saleh. Sesaat setelah pesawat mendarat, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh menginstruksikan pelaksanaan pengamanan pangkalan sekaligus evakuasi seluruh penumpang dan awak pesawat sesuai prosedur operasional yang telah ditetapkan.

"Personel Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Pomau segera mengamankan area sekitar pesawat, sementara tim K-9 dan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) melaksanakan pemeriksaan menyeluruh," terang dia.

Dalam proses penyisiran, tim menemukan sebuah tas yang dicurigai sebagai sumber ancaman. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim Jihandak dengan menjalankan prosedur Explosive Ordnance Disposal (EOD) guna mengamankan benda mencurigakan itu.

"Objek kemudian dipindahkan menggunakan drum trailer menuju area demolisi sebelum dimusnahkan sesuai standar keamanan yang berlaku," jelas I Nyoman.

Menurut I Nyoman, seluruh tahapan simulasi berjalan aman dan sesuai prosedur. Melalui latihan kesiapsiagaan ini, TNI AU berupaya memperkuat kemampuan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan aksi teror, termasuk ancaman bom pesawat yang berpotensi mengganggu keamanan penerbangan, keselamatan masyarakat, dan stabilitas negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news