Kejar Target Wisman, Pelaku Industri Pariwisata Bertemu di JITAC 2026

3 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah dan pelaku industri pariwisata swasta memperkuat sinergi untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Selain mengoptimalkan promosi digital, ketersediaan penerbangan langsung atau direct flight dinilai menjadi faktor penting untuk membuka pasar wisatawan, terutama dari kawasan Eropa.

Isu tersebut mengemuka dalam ajang Business-to-Business (B2B) Java Inbound Travel Connect (JITAC) 2026 yang digelar di Kota Jogja, Senin (10/8/2026). JITAC 2026 adalah forum ajang temu bisnis berbasis Business-to-Business (B2B) yang mempertemukan para pelaku industri pariwisata (buyer dan seller) dari dalam maupun luar negeri.

Melalui kegiatan ini, para agen perjalanan, pengelola destinasi, hingga penyedia akomodasi berkolaborasi memperluas jaringan pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta memperkuat sinergi antara promosi pemerintah dan strategi penjualan sektor swasta.

Kepala Bidang Perencanaan Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Deni Priadi, mengatakan realisasi kunjungan wisman secara nasional hingga pertengahan tahun ini telah mencapai sekitar 40% dari target BPS yang tercatat hingga Mei. Kemenpar tetap optimistis target kunjungan dapat dicapai seiring masuknya masa puncak kunjungan atau peak season.

Persoalan promosi menjadi salah satu perhatian pelaku industri. Deni mengatakan Kemenpar terus melakukan berbagai terobosan meski anggaran promosi Indonesia tidak sebesar negara seperti Thailand atau Singapura.

"Kalau dari sisi biaya promosi, kita mungkin tidak sebesar Thailand atau Singapura. Tapi dari sisi upaya, kami berupaya semaksimal mungkin untuk mempromosikan Indonesia melalui sarana-sarana digital untuk membangkitkan minat calon wisatawan," ujar Deni.

Menurut Deni, pemasaran digital kini menjadi salah satu instrumen yang terus digenjot Kemenpar melalui unit khusus di Deputi Bidang Pemasaran. Strategi tersebut dilakukan untuk menjangkau calon wisatawan sekaligus membangun minat terhadap berbagai destinasi di Indonesia.

Pemerintah dan Swasta Saling Melengkapi

Deni menilai pemerintah dan pelaku industri swasta memiliki peran yang saling melengkapi dalam menggarap pasar wisatawan mancanegara. Pembagian fokus promosi di sejumlah negara menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan.

"Jadi pemerintah dan swasta saling melengkapi. Jika kami tidak promosi di area tertentu seperti Taiwan, swasta yang jalan. Kami fokus di Malaysia atau Singapura, dan kadang-kadang kita juga merangkul promosi bersama," jelasnya.

Ketua Umum Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), Paul Edmundus Talo, mengatakan pelaku industri swasta juga terus bergerak membuka pasar baru. Menurutnya, pemasaran destinasi Indonesia tidak hanya diarahkan ke Bali, tetapi juga mencakup Jogja, Jakarta, Danau Toba, hingga Labuan Bajo.

Paul menyebut terdapat empat metode utama yang digunakan dalam mempromosikan destinasi wisata. Strategi tersebut mencakup pameran langsung, pemasaran digital, direct selling atau misi penjualan, serta penggunaan media sosial melalui direct mailing/digital content.

"Kami dari swasta terus bergerak untuk menjual Indonesia sebanyak-banyaknya. Tidak hanya untuk Bali, tetapi juga untuk Jogja, Jakarta, Danau Toba, hingga Labuan Bajo. Pemasaran digital dan media sosial kini menjadi kunci utama karena generasi muda sekarang mencari informasi destinasi langsung lewat genggaman," papar Paul.

Dukungan pemerintah, menurut Paul, salah satunya terlihat dari rencana kegiatan sales mission untuk mendatangkan turis ke berbagai destinasi di Indonesia. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas promosi yang dilakukan pelaku industri swasta.

JITAC 2026 Perkuat Promosi Langsung

Selain pemasaran digital, pertemuan antara pelaku usaha pariwisata dalam dan luar negeri juga dinilai penting untuk membuka peluang pasar. JITAC 2026 menjadi salah satu ruang yang mempertemukan calon pembeli dengan pelaku industri pariwisata Indonesia.

"Hari ini yang kita lakukan ini adalah juga bentuk promosi nyata. Pembeli (buyer) yang datang ada yang dari Malaysia hingga India," tambah Paul.

Menurut Paul, keterlibatan buyer dari sejumlah negara tersebut menunjukkan promosi pariwisata tidak hanya dilakukan melalui kanal digital. Pertemuan bisnis secara langsung tetap menjadi bagian dari strategi untuk menawarkan berbagai destinasi wisata Indonesia kepada pasar mancanegara.

Di sisi lain, tantangan tidak hanya berada pada aspek promosi. Sekretaris Jenderal IINTOA, Ricky Setiawanto, menilai aksesibilitas menjadi persoalan penting, khususnya untuk menarik wisatawan dari pasar jarak jauh atau long-haul seperti Eropa.

Direct Flight Jadi Kunci Pasar Eropa

Ricky mengatakan jarak geografis Indonesia dengan pasar Eropa membuat konektivitas udara menjadi faktor yang sangat menentukan. Menurutnya, wisatawan dari pasar tersebut berpotensi tidak sampai ke Indonesia apabila akses penerbangan tidak mendukung.

"Posisi kita kalau menjangkau pasar Eropa itu jauh secara geografis. Direct flight itu kunci utama. Paket wisatanya harus bagus, tapi kalau penerbangan langsungnya tidak ada atau regulasinya terlalu mengikat, potensi pasar rombongan bisa hilang," ungkap Ricky.

Keberadaan direct flight dinilai dapat menjadi pengungkit penting bagi pengembangan pasar wisatawan mancanegara. Hal tersebut terutama berkaitan dengan wisatawan rombongan dari pasar long-haul yang membutuhkan konektivitas perjalanan lebih efisien.

Ricky juga melihat konektivitas udara yang efisien dapat memperkuat posisi Jogja sebagai pintu masuk atau hub utama bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain. Bali dan Lombok menjadi contoh destinasi yang dapat dijangkau wisatawan setelah masuk melalui Jogja.

Karena itu, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada kualitas paket wisata dan promosi. Kolaborasi antara regulasi penerbangan, proteksi yang berimbang, serta kesiapan pelaku industri di daerah dinilai turut menentukan pergerakan ekonomi sektor pariwisata ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news