Rupiah Menguat, Pasar Cermati IKK dan Kebijakan The Fed

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Senin, 10 Agustus 2026 17:27 WIB

Rupiah Menguat, Pasar Cermati IKK dan Kebijakan The Fed

Foto ilustrasi uang - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada pada level optimistis. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia tercatat menguat ke level Rp17.795 per dolar AS pada Senin (10/8/2026).

Posisi tersebut menguat dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp17.913 per dolar AS.

Analis pasar mata uang Ibrahim mengatakan konsumen Indonesia secara umum masih menunjukkan keyakinan terhadap kondisi ekonomi, meskipun tingkat optimisme tersebut mulai mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

“Konsumen secara umum masih optimistis terhadap kondisi ekonomi, meski tingkat keyakinannya terus menurun dalam tiga bulan terakhir,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

IKK Turun Tiga Bulan Beruntun

Bank Indonesia melaporkan IKK Juli 2026 berada di level 116,8. Angka tersebut turun dari 117,8 pada Juni 2026 dan menjadi penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut Ibrahim, tren tersebut menunjukkan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam memandang kondisi perekonomian sekaligus menentukan keputusan belanja.

Meski mengalami penurunan, level IKK masih berada di atas 100. Kondisi itu menunjukkan konsumen secara umum masih berada dalam kategori optimistis terhadap kondisi ekonomi.

Namun, apabila tren penurunan IKK terus berlanjut, pertumbuhan konsumsi berpotensi ikut menghadapi tekanan. Rumah tangga dapat cenderung menahan belanja dan lebih selektif dalam mengalokasikan pendapatan.

“Dengan demikian, perkembangan IKK pada bulan-bulan berikutnya menjadi penting untuk melihat seberapa kuat daya tahan konsumsi domestik di tengah berbagai tantangan ekonomi,” ungkap dia.

Sentimen dari Penunjukan Calon Gubernur BI

Selain perkembangan keyakinan konsumen, sentimen domestik turut datang dari perkembangan kepemimpinan Bank Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi kepala bank sentral.

Pasar Pantau Situasi Iran dan Oman

Dari sisi global, pasar juga mencermati perkembangan hubungan Iran dan Oman yang diharapkan segera menghasilkan kesepakatan dan berujung pada pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran pada Minggu (9/8) menyatakan kesepakatan dengan Oman sudah berada di tahap akhir. Namun, Iran menegaskan jalur pelayaran tersebut baru akan dibuka kembali setelah Washington memenuhi sejumlah syarat lain, termasuk pemberian kompensasi dari AS kepada Iran atas serangan-serangan luas yang terjadi.

Sentimen global lainnya berasal dari meredanya kekhawatiran terhadap inflasi AS. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed).

“Apalagi, bersama dengan angka ketenagakerjaan yang lemah, hal ini semakin mengurangi ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang,” kata Ibrahim.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Menurun

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September sekitar 42 persen.

Angka tersebut turun dari sekitar 67 persen pada sepekan sebelumnya.

Perkembangan kebijakan moneter AS selanjutnya akan turut menjadi perhatian pasar dalam sepekan ke depan. Salah satu data yang dinantikan adalah rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Juli pada Rabu (12/8).

Para ekonom memperkirakan inflasi AS sedikit menurun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen secara tahunan. Sementara itu, CPI Inti diperkirakan turun dari 2,6 persen menjadi 2,5 persen secara tahunan.

Dengan berbagai sentimen tersebut, kurs JISDOR Bank Indonesia pada Senin (10/8/2026) tercatat menguat menjadi Rp17.795 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.913 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news