
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman mengevaluasi ular berjenis Kobra Jawa dari rumah musisi Sheila On 7, Eross Candra pada Sabtu (27/6/2026) dini hari./Istimewa -- Damkar Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman mengevakuasi seekor ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah gitaris Sheila On 7, Eross Candra, di Kapanewon Ngaglik. Evakuasi dilakukan pada Sabtu (27/6/2026) dini hari setelah petugas menerima laporan adanya ular berbisa di lingkungan rumah musisi tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video proses evakuasi beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Eross terlihat membantu proses pencarian dengan mengarahkan cahaya senter ke lokasi tempat ular ditemukan.
Kepala Bidang Damkar Kabupaten Sleman, Gunardi, menjelaskan laporan diterima petugas sekitar pukul 00.05 WIB. Saat itu, tim Damkar baru saja menyelesaikan penanganan evakuasi ular di wilayah Tlogoadi, Kapanewon Mlati.
"Jadi Sabtu itu jam 00.05 WIB ada laporan dari Mas Eross. Kemudian jam 00.06 WIB kita berangkat dari lokasi evakuasi yang Tlogoadi tadi, sampai ke lokasi jam 00.21 WIB," kata Gunardi, Senin (29/6/2026).
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pencarian dan pengamanan ular. Proses penanganan berlangsung relatif cepat.
"Waktu penanganan ular itu delapan menit," ujarnya.
Menurut Gunardi, ular yang ditemukan di rumah Eross merupakan Kobra Jawa, salah satu jenis ular berbisa yang banyak ditemukan di Pulau Jawa. Selain memiliki bisa yang berbahaya, ukuran ular tersebut juga tergolong cukup besar.
"Untuk jenis ularnya adalah Kobra Jawa. Nggih, betul [ular berbisa berbahaya] dan sudah besar. Panjang hampir sekitaran satu meteran," jelasnya.
Kobra Jawa dikenal memiliki karakter defensif dan dapat mengembangkan bagian lehernya saat merasa terancam. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mencoba menangani sendiri apabila menemukan ular serupa di lingkungan rumah.
Damkar Sleman menegaskan warga sebaiknya segera menghubungi petugas ketika menemukan ular berbisa agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman dan menghindari risiko gigitan.
Setelah berhasil diamankan, ular tersebut dibawa ke Markas Komando (Mako) Damkar Sleman untuk penanganan sementara. Selanjutnya, reptil itu akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari kawasan permukiman warga.
"Biasanya ditampung terus dilepas kembali ke tempat-tempat yang aman," kata Gunardi.
Kemunculan ular di kawasan permukiman masih kerap terjadi, terutama saat perubahan cuaca atau ketika habitat alaminya terganggu. Petugas mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, memangkas semak-semak, serta menutup celah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.
Peristiwa di rumah Eross Candra ini sekaligus menunjukkan tingginya respons layanan Damkar Sleman dalam menangani laporan warga, termasuk evakuasi satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
2

















































