Uruguai Gagal ke 32 Besar, Pulang Pakai Pesawat Komersial Bukan Carter

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 29 Juni 2026 21:47 WIB

Uruguai Gagal ke 32 Besar, Pulang Pakai Pesawat Komersial Bukan Carter

Timnas Uruguai/Instagram: Aufoficial

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Uruguai harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada laga terakhir fase grup di Guadalajara, Jumat (26/6/2026). Kekalahan tersebut membuat La Celeste gagal mengamankan tiket ke babak 32 besar sekaligus mengakhiri harapan mereka melangkah lebih jauh di turnamen.

Dampak kegagalan itu tidak hanya dirasakan di atas lapangan. Media Uruguai, El Pais dan Tenfield melaporkan Federasi Sepak Bola Uruguai (AUF) membatalkan penerbangan carter yang sebelumnya disiapkan untuk membawa skuad kembali ke Montevideo. Para pemain dan staf kini harus pulang menggunakan penerbangan komersial.

Gol tunggal kemenangan Spanyol tercipta pada menit ke-42. Kesalahan yang terjadi di lini belakang Uruguai berujung pada gol yang menjadi penentu hasil pertandingan. Meski berusaha mengejar ketertinggalan sepanjang babak kedua, tim asuhan Marcelo Bielsa gagal mencetak gol balasan hingga peluit akhir dibunyikan.

Hasil tersebut menjadi penutup perjalanan yang mengecewakan bagi Uruguai. Sebelum menghadapi Spanyol, mereka berada dalam posisi yang belum aman setelah hanya meraih hasil imbang saat menghadapi Arab Saudi dan Tanjung Verde. Situasi itu membuat kemenangan menjadi syarat mutlak untuk lolos ke fase berikutnya.

Namun tekanan pada laga penentuan tidak mampu dijawab dengan performa maksimal. Uruguai yang sempat diprediksi menjadi salah satu tim kuat dari grupnya justru harus mengakhiri turnamen lebih cepat.

Laporan media lokal menyebut pembatalan penerbangan carter dilakukan setelah tim dipastikan gagal melaju ke fase gugur. Keputusan tersebut membuat kepulangan pemain berlangsung dengan jadwal penerbangan komersial yang berbeda-beda.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 juga menjadi akhir perjalanan Marcelo Bielsa bersama tim nasional Uruguai. Pelatih asal Argentina itu mengaku kecewa karena merasa tidak mampu membawa tim mencapai target utama di turnamen.

“Saya tidak meninggalkan apa pun bagi sepak bola Uruguay karena dukungan apa pun yang bisa diberikan seorang pelatih tidak akan berarti jika tidak mendapatkan hasil,” ujar Bielsa dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Menurut dia, pencapaian sebelumnya seperti finis di posisi keempat kualifikasi Piala Dunia maupun peringkat ketiga Copa America tidak lagi memiliki arti setelah gagal membawa Uruguai lolos ke fase gugur.

“Jika Anda bertanya bagaimana masa jabatan saya akan dikenang, maka saya akan dikenang sebagai pelatih yang tidak meninggalkan apa pun,” katanya.

Kepergian Bielsa menandai berakhirnya sebuah periode yang sempat menghadirkan optimisme bagi sepak bola Uruguay. Federasi kini harus segera menyiapkan langkah baru, termasuk mencari pelatih pengganti untuk menghadapi agenda internasional berikutnya.

Tantangan besar menanti karena Uruguai akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 dalam peringatan 100 tahun penyelenggaraan turnamen tersebut. Kegagalan di edisi 2026 menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar La Celeste mampu kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news