Pelatih Korea Selatan Diancam Dibunuh Usai Gagal di Piala Dunia 2026

2 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 29 Juni 2026 22:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Kegagalan tim nasional Korea Selatan melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026 memicu dampak serius di luar lapangan. Pelatih Hong Myung-bo dilaporkan menerima ancaman pembunuhan melalui forum daring, sehingga aparat keamanan meningkatkan pengamanan menjelang kepulangan tim ke Korea Selatan.

De Telegraaf menyebutkan ancaman tersebut muncul setelah Taegeuk Warriors gagal memenuhi ekspektasi publik pada turnamen yang berlangsung di Amerika Utara. Kepolisian dikabarkan memperketat pengawasan di sekitar Bandara Incheon, pintu masuk utama kedatangan tim nasional dari luar negeri.

Korea Selatan datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan tinggi berkat kehadiran sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa. Namun, perjalanan mereka berakhir lebih cepat setelah hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan fase grup.

Hasil tersebut membuat Korea Selatan gagal mengamankan tiket ke babak berikutnya. Kekalahan pada laga terakhir menjadi pukulan yang memicu kekecewaan sebagian pendukung.

Menurut laporan Yonhap, ancaman terhadap Hong Myung-bo disampaikan oleh seorang pengguna forum online yang mengaku akan menyerang sang pelatih setelah kembali ke Korea Selatan. Meski sumber ancaman belum diketahui secara pasti, aparat keamanan memutuskan mengambil langkah antisipatif.

Hong Myung-bo Pilih Mundur

Di tengah tekanan yang terus meningkat, Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan.

Dalam pernyataannya, mantan kapten tim nasional Korea Selatan itu menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung atas kegagalan tim mencapai target di Piala Dunia 2026.

Ia mengaku selalu berusaha mengambil keputusan terbaik selama menangani tim nasional, baik dalam pemilihan pemain, persiapan pertandingan, maupun pengembangan skuad.

Pengunduran diri tersebut mengakhiri periode kedua Hong Myung-bo bersama tim nasional. Sebelumnya, ia juga pernah menangani Korea Selatan pada Piala Dunia 2014.

Generasi Emas Gagal Penuhi Ekspektasi

Korea Selatan datang ke turnamen dengan skuad yang dianggap sebagai salah satu generasi terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pemain inti tampil di klub-klub besar Eropa dan diharapkan mampu membawa tim melangkah jauh.

Namun, performa di lapangan tidak sesuai harapan. Hasil fase grup membuat perjalanan mereka harus berakhir lebih cepat, sekaligus memunculkan evaluasi besar terhadap arah pengembangan sepak bola nasional.

Meski memutuskan mundur, Hong Myung-bo menegaskan dukungannya terhadap masa depan sepak bola Korea Selatan. Ia berharap tim nasional dapat kembali memperoleh kepercayaan publik dan berkembang lebih baik pada kompetisi mendatang.

Kini, Federasi Sepak Bola Korea Selatan menghadapi tugas penting untuk mencari pelatih baru sekaligus membangun kembali kepercayaan suporter setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news