Suasana RDP Stadion Mattoanging (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengingatkan pentingnya merealisasikan pembangunan kembali Stadion Mattoanging sebagai ikon olahraga dan kebanggaan masyarakat Sulsel.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas tindak lanjut pengosongan kawasan Stadion Mattoanging, di gedung sementara DPRD Sulsel Kantor Bina Marga jalan AP Pettarani, Rabu (10/06).
RDP tersebut digelar menyusul surat Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 000.2.3.3/796/DISPORA tertanggal 6 Maret 2026 terkait penyampaian pengosongan Stadion Mattoanging dalam rangka pengamanan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel, Haris, menilai komunikasi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) harus diarahkan untuk membangun kesepakatan bersama demi mempercepat pembangunan stadion.
Menurutnya, Mattoanging bukan sekadar aset daerah, tetapi simbol kejayaan olahraga Sulawesi Selatan yang harus dikembalikan.
“Komunikasi antara Pemprov dan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan harus bermuara pada kesepakatan untuk membangun kembali Stadion Mattoanging sebagai kebanggaan kita bersama,” kata Haris.
Ia mengaku prihatin karena hingga kini Sulawesi Selatan belum memiliki stadion representatif, padahal Makassar merupakan salah satu kota besar di Indonesia.
Haris bahkan menyinggung kondisi PSM Makassar yang masih harus menggunakan stadion di luar Kota Makassar untuk menggelar pertandingan kandang.
“Makassar ini kota besar. Masa PSM harus bermain di Parepare. Kita tentu ingin punya stadion kebanggaan sendiri,” ujarnya.
Selain Mattoanging, Haris juga menyoroti sejumlah fasilitas olahraga lain yang dinilainya membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, beberapa sarana olahraga di Sulsel sudah tidak lagi representatif dan memerlukan pembenahan.
Ia berharap pembangunan Stadion Mattoanging menjadi langkah awal kebangkitan infrastruktur olahraga di Sulawesi Selatan sebelum pembahasan mengenai tata kelola dan pengembangan fasilitas lainnya dilakukan.
“Yang terpenting sekarang adalah membangun dulu. Stadion ini adalah simbol kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Haris juga mengingatkan bahwa pembongkaran Stadion Mattoanging pada masa lalu dilakukan dengan tujuan pembangunan kembali. Karena itu, ia berharap setiap kepala daerah memiliki komitmen untuk mewujudkan stadion baru yang layak.
“Harus ada keinginan dari setiap pemimpin untuk membangun stadion ini dan menutupi rasa malu masyarakat Sulawesi Selatan yang hingga kini belum memiliki stadion kebanggaan,” tukasnya.


















































