Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (07/08).
Tercatat, indenks mengalami kenaikan sebesar 28,78 poin atau setara dengan menguat sebanyak 0,45 persen ke posisi 6.372 hingga pukul 10.10 WITA.
Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 4,95 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,64 triliun.
Sedangkan, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 268.099 kali, dimana saham yang menguat ada 282, saham yang melemah ada 213 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 196.
BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, sentimen domestik terpantau positif didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen yoy yang melampaui konsensus.
Terdapat pula penurunan tingkat kemiskinan serta pengangguran juga tambahan stimulus pemerintah pada semester II-2026.
Sementara itu, dari sisi eksternal, harapan tertuju pada meredanya konflik Timur Tengah serta ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed yang kini menjadi penopang sentimen pasar.
Pasar bakal berfokus pada pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang bakal menjadi penentu arah kebijakan moneter serta stabilitas Rupiah.
Investor turut menunggu rilis cadangan devisa Indonesia yang diproyeksikan masih berada di rentang 145,6 miliar dolar AS juga indeks harga properti yang diperkirakan tumbuh sebanyak 0,8 persen yoy.
Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Jumat (07/08), yaitu:
Phintraco Sekuritas
-PGEO, PTRO, CUAN, SMGR dan ASII
Panin Sekuritas
-HRUM, PANI dan INKP
Mirae Asset Sekuritas
-BREN, CUAN dan SIMP
MNC Sekuritas
-BNBR, MEDC, PTRO dan SSIA
CGS International Sekuritas
-CUAN, SMGR, ASII, CDIA, BNBR dan PGEO
BRI Danareksa Sekuritas
-TPIA, CDIA dan DSSA
BNI Sekuritas
-BIPI, VKTR, BRPT, BMRI, BUMI dan AMMN
Phillip Sekuritas
-BREN dan CDIA
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.


















































