
Presiden Prabowo Subianto. - ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan salat sunah Iduladha 1447 Hijriah bersama warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora Indonesia di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026) waktu setempat. Kehadiran Presiden dalam salat berjemaah tersebut menciptakan suasana hangat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.
Diiringi gema takbir, Presiden Prabowo tiba di Wisma Indonesia sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Setibanya di lokasi, Kepala Negara langsung bergabung bersama para jemaah untuk mengikuti rangkaian salat Iduladha. Sejak pagi, ratusan WNI dan diaspora Indonesia telah memadati area Wisma Indonesia untuk melaksanakan ibadah sekaligus menyambut kedatangan Presiden.
Salat Iduladha dipimpin oleh imam sekaligus khatib, Fakhruddin Arrozi, yang saat ini mengajar di Universitas Muhammadiyah Lamongan. Dalam khotbahnya, Fakhruddin menekankan bahwa Iduladha tidak hanya mengandung makna spiritual, tetapi juga mengajarkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,” ujar Fakhruddin dalam khotbahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas keislaman, memperkuat ketahanan keluarga, dan mempererat persatuan, khususnya bagi umat Islam yang hidup sebagai diaspora di luar negeri.
Usai melaksanakan salat Iduladha, Presiden Prabowo bersilaturahmi dengan para jemaah dan diaspora Indonesia yang hadir. Dalam suasana akrab, Presiden tampak menyalami masyarakat satu per satu sebelum mengikuti ramah tamah dan makan bersama.
Momen tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi sejumlah WNI yang berada di Paris. Empat mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, yakni Zeahita, Yuri, Kezia, dan Sindhu, mengaku bahagia dapat merasakan suasana Iduladha di perantauan sekaligus bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia.
“Sangat spesial ya. Apalagi pas banget kita lagi di Prancis dan kebetulan bertemu sama Pak Presiden. It’s such an honor,” ujar Zeahita.
Kezia menjelaskan mereka datang ke Prancis untuk mengikuti konferensi dan lomba Model United Nations di Lyon sebelum melanjutkan perjalanan ke Paris. Ia mengaku tidak menyangka dapat melaksanakan salat Id bersama Presiden Prabowo.
Sementara itu, Sindhu menyebut kebersamaan dengan sesama WNI saat Iduladha menjadi pengobat rindu terhadap Indonesia selama berada di luar negeri.
“Padahal baru dua minggu di Prancis, tapi sudah kangen banget sama Indonesia,” katanya.
Kesan serupa juga disampaikan Myrna Damayanti, WNI asal Jakarta yang tengah melakukan perjalanan bisnis di Paris. Menurut dia, suasana Iduladha di tengah Kota Paris menghadirkan pengalaman yang damai dan berkesan.
“Di sini rasanya damai. Di antara bangunan-bangunan yang sangat cantik dan historical, kita bisa salat Id dan mendengar takbir,” tutur Myrna.
Myrna juga mengaku tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut. Perayaan Iduladha di Wisma Indonesia pun tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi bagi diaspora Indonesia di Prancis. Kehadiran Presiden dinilai semakin memperkuat rasa kebersamaan antara negara dan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
6

















































