
Polisi mengamankan 83 motor brong saat razia konvoi liar di Prambanan Klaten. Petugas juga menyita miras dan korek api berbentuk pistol. /Istimewa.
Harianjogja.com, KLATEN—Aparat gabungan Polres Klaten menggelar razia besar-besaran terhadap konvoi kendaraan berknalpot brong dan aksi ugal-ugalan di kawasan Prambanan, Klaten, Sabtu (9/5/2026) malam.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan puluhan kendaraan hingga sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penertiban itu difokuskan di jalur Simpang Tiga Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan hingga Pos Mitra 11 Prambanan. Dari operasi itu, aparat mengamankan sedikitny 83 sepeda motor dan satu mobil yang diduga terlibat konvoi liar maupun menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Selain kendaraan, petugas juga menemukan sejumlah barang bawaan yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keresahan masyarakat. Barang tersebut di antaranya minuman beralkohol, stik kayu, hingga korek api berbentuk menyerupai pistol.
Sejumlah remaja yang diduga melakukan aksi berbahaya di jalan raya turut diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pendataan dan pembinaan lebih lanjut.
Kasihumas Polres Klaten, AKP Suwoto, mengatakan operasi penertiban itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas sekaligus menjaga keamanan masyarakat saat malam akhir pekan.
“Patroli dan penindakan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi konvoi kendaraan, penggunaan knalpot brong, serta aksi yang juga berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya,” kata AKP Suwoto melalui keterangan tertulis.
Menurut Suwoto, kawasan Prambanan hingga jalur utama Solo–Jogja memang kerap menjadi titik berkumpul kendaraan dan kelompok pemuda pada malam libur. Kondisi itu membuat aparat perlu meningkatkan pengawasan melalui patroli rutin dan tindakan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas maupun aksi yang mengganggu ketertiban umum.
Ia menambahkan penggunaan knalpot brong dan aksi konvoi ugal-ugalan sering memicu keresahan warga karena menimbulkan kebisingan serta membahayakan pengguna jalan lain. Karena itu, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain sehingga situasi tetap kondusif,” ujar Suwoto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































