Menilik Cara Jordin Sparks Menebar Sukacita Melalui Musik, Keluarga, dan Rasa Syukur

14 hours ago 5

KLIKPOSITIF – Penyanyi peraih nominasi Grammy, Jordin Sparks, mengungkapkan bahwa musik bukan sekadar karier baginya, melainkan panggilan hidup untuk membawa kebahagiaan dan penyembuhan bagi orang lain.

“Saya tahu dalam hati bahwa saya harus bernyanyi. Tidak peduli apakah hanya untuk anak saya atau di hadapan 30 ribu orang di arena. Saya memang ditakdirkan menggunakan suara saya untuk membawa sukacita dan penyembuhan,” ujar Sparks.

Penyanyi yang mulai dikenal luas setelah menjuarai ajang pencarian bakat American Idol pada 2007 itu kini dikenal sebagai sosok yang penuh cinta, rasa ingin tahu, dan keyakinan. Selama hampir dua dekade berkarier, ia telah meraih berbagai pencapaian, mulai dari berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama hingga membintangi berbagai proyek film dan teater musikal.

Sparks mencatat sejarah sebagai pemenang termuda American Idol pada usia 17 tahun. Album debutnya berhasil masuk tangga lagu Billboard 200, sementara duetnya bersama Chris Brown berjudul “No Air” menjadi salah satu lagu paling sukses dan mengantarkannya meraih nominasi Grammy.

Sejak saat itu, ia telah merilis enam album, tampil di sejumlah produksi Broadway, berpartisipasi dalam acara televisi populer, serta meluncurkan podcast berjudul What’s Your Spark?. Meski telah menjajal berbagai bidang, Sparks menegaskan bahwa bernyanyi tetap menjadi sumber kebahagiaan terbesar dalam hidupnya.

“Bernyanyi adalah pelepasan emosi dan memberi saya banyak kebahagiaan,” katanya.

Sejak kecil, bakat Sparks sudah terlihat. Pada usia 16 tahun, ia memenangkan kompetisi “America’s Next Plus Size Model” yang diselenggarakan jaringan ritel Torrid dan tampil di majalah Seventeen. Ia mengaku memiliki citra tubuh yang positif berkat didikan orang tuanya.

“Saya tidak pernah melihat ibu saya mengkritik dirinya sendiri atau membandingkan diri dengan orang lain. Karena itu, saya juga tidak terbiasa melakukan hal tersebut,” tuturnya.

Mengenang pengalamannya di American Idol, Sparks mengatakan bahwa kompetisi tersebut merupakan “kamp pelatihan terbesar” yang pernah ia jalani. Jadwal padat yang mencakup latihan, syuting iklan, persiapan penampilan, hingga kegiatan sekolah membuatnya belajar disiplin sejak usia muda.

“Jadwal itu berat bahkan untuk orang dewasa, apalagi bagi seorang remaja yang masih sekolah. Namun saya bersyukur atas semua pelajaran yang saya dapatkan,” ujarnya.

Dilansir dari laman WebMd, kariernya kemudian terus berkembang. Selain meraih berbagai penghargaan seperti American Music Award, People’s Choice Award, BET Award, dan NAACP Image Award, Sparks juga membintangi sejumlah film, termasuk Sparkle bersama mendiang Whitney Houston dan Left Behind bersama Nicolas Cage.

Meski demikian, Sparks mengaku peran yang paling membahagiakannya adalah menjadi seorang ibu. Ia menikah dengan model dan pengusaha Dana Isaiah pada 2017 dan dikaruniai seorang putra bernama D.J. setahun kemudian.

“Saya mungkin penyanyi yang cukup baik, tetapi saya rasa saya jauh lebih baik sebagai seorang ibu,” katanya.

Sparks mengenang proses kehamilan dan kelahiran putranya sebagai pengalaman yang sangat memberdayakan. Namun, ia juga mengakui bahwa masa pascamelahirkan tidak selalu mudah karena perubahan hormon dan tantangan menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan keluarga.

Setelah melewati masa tersebut, ia merasa memiliki perspektif baru tentang kehidupan.

“Hal-hal yang dulu saya anggap penting ternyata tidak sepenting itu lagi,” ungkapnya.

Selain keluarga dan keimanan, kesehatan menjadi prioritas utama bagi Sparks. Ia mengaku gemar berolahraga karena aktivitas tersebut memberinya pelepasan emosional yang serupa dengan bernyanyi. Meski saat ini sedang memulihkan cedera otot di kakinya, ia tetap aktif melalui yoga dan latihan pernapasan.

“Saya tidak fokus pada apa yang tidak bisa dilakukan tubuh saya sekarang. Saya lebih memilih melihat kemajuan yang saya capai dibanding kemarin,” ujarnya.

Sparks juga menemukan ketenangan melalui alam. Ia sering menghabiskan waktu di taman kecil di rumahnya untuk meredakan stres. Baginya, momen sederhana bersama keluarga menjadi sumber kebahagiaan yang besar.

Ia menceritakan pengalaman bermain hujan bersama putranya yang berusia delapan tahun. Selama sekitar 30 menit, keduanya melompat-lompat di genangan air dan bermain lumpur.

“Itu sangat menyenangkan. Hujan saat itu terasa seperti simbol yang membersihkan semua beban yang saya rasakan selama seminggu,” katanya.

Kini, Sparks mengaku terus berupaya menemukan dan menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, rasa syukur dan cinta menjadi kunci utama untuk menjalani hidup dengan penuh makna.

Saat mengenang momen melihat foto-foto lama bersama putranya, Sparks mengaku sempat meneteskan air mata haru.

“Saya berkata kepada anak saya, ‘Tidak apa-apa, ini air mata bahagia. Betapa beruntungnya kita memiliki begitu banyak cinta dalam hidup sampai membuat kita merasa seperti ini.’ Kami benar-benar dipenuhi oleh cinta,” tutupnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news