LPH UMI Raih Akreditasi Nasional dari BPJPH

15 hours ago 2

KabarMakassar.com — Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar resmi memperoleh Akreditasi LPH Kualifikasi Pratama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia. Capaian tersebut menempatkan UMI sebagai bagian dari jaringan resmi Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi di tingkat nasional.

Akreditasi tersebut menjadi langkah strategis UMI dalam memperluas kontribusi tidak hanya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi halal dan penguatan industri berbasis nilai-nilai Islam.

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, mengatakan akreditasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara kepada UMI untuk ikut menjaga kualitas dan kehalalan produk yang beredar di tengah masyarakat.

“Halal bukan lagi sekadar label pada kemasan produk. Halal telah berkembang menjadi bahasa kepercayaan global, standar kualitas internasional, dan fondasi ekonomi masa depan. Ketika UMI dipercaya menjadi bagian dari jaringan Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya sertifikat, tetapi kepercayaan publik, daya saing bangsa, dan masa depan ekonomi umat,” ujarnya, Selasa (9/6).

Menurut Hambali, perkembangan ekonomi global saat ini bergerak menuju konsep trust economy atau ekonomi berbasis kepercayaan. Dalam kondisi tersebut, aspek kualitas, keamanan, keberlanjutan, dan kehalalan produk menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing di pasar internasional.

Karena itu, UMI memandang keberadaan LPH tidak hanya sebagai unit layanan sertifikasi, tetapi juga bagian dari strategi kampus dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Kami ingin mahasiswa UMI tumbuh dalam lingkungan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mengajarkan bagaimana ilmu itu digunakan untuk menghadirkan kebermanfaatan. Mahasiswa harus melihat bahwa kampus bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, melainkan tempat membangun masa depan, karakter, jejaring, dan pengaruh positif bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Hambali menjelaskan bahwa akreditasi tersebut menjadi pijakan awal bagi pengembangan Halal Center of Excellence UMI. Pusat unggulan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, laboratorium, pelatihan auditor halal, sertifikasi, pendampingan UMKM, hingga pengembangan teknologi halal berbasis riset.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sekaligus salah satu pemain utama dalam industri halal global yang terus berkembang.

“UMI tidak ingin hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan industri halal dunia. Kami ingin menjadi pelaku utama yang melahirkan talenta, riset, inovasi, dan solusi. Kami ingin menjadikan Kawasan Timur Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan industri halal yang maju, modern, dan berdaya saing global,” tegasnya.

UMI juga menilai sektor industri halal membuka peluang besar bagi generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alfa. Kehadiran LPH UMI diharapkan menjadi ruang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di sektor yang pertumbuhannya termasuk tercepat di dunia.

Di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan transformasi industri global, UMI terus melakukan penyesuaian kurikulum dan ekosistem pembelajaran agar relevan dengan kebutuhan masa depan.

Mahasiswa didorong tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terlibat dalam berbagai proyek riset terapan, kewirausahaan, sertifikasi profesi, transformasi digital, serta pengembangan industri halal yang dinilai memiliki prospek besar.

“Kami ingin setiap mahasiswa UMI merasakan apa yang kami sebut sebagai Kemewahan Intelektual, yaitu kesempatan belajar dari dosen terbaik, terlibat dalam riset dan inovasi, membangun jejaring profesional, sekaligus memperkuat karakter dan nilai-nilai spiritual. Masa depan tidak dimenangkan oleh mereka yang hanya cerdas, tetapi oleh mereka yang mampu menggabungkan kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi,” jelas Hambali.

Sebagai perguruan tinggi terakreditasi Unggul pertama di luar Pulau Jawa dan pelopor Program Profesi Insinyur di Indonesia, UMI terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang menghasilkan lulusan profesional, religius, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global.

Hambali menegaskan bahwa pencapaian akreditasi LPH tersebut menjadi bagian dari komitmen UMI untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Menutup keterangannya, Hambali menyampaikan pesan kepada generasi muda agar lebih cermat dalam memilih perguruan tinggi sebagai tempat membangun masa depan.

“Jangan memilih kampus hanya karena gedungnya megah atau karena sedang viral di media sosial. Pilihlah kampus yang mampu membantu Anda menemukan versi terbaik dari diri Anda. UMI ingin menjadi rumah tumbuh bagi generasi yang tidak hanya sukses dalam karier, tetapi juga kuat dalam karakter, luas dalam wawasan, dan besar manfaatnya bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa tinggi kita berdiri, melainkan seberapa banyak orang yang ikut terangkat karena kehadiran kita,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news