KLIKPOSITIF — Stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang dianggap mengancam. Respons fight-or-flight memicu pelepasan sejumlah hormon stres yang membantu tubuh menghadapi situasi tersebut. Namun, jika respons ini terjadi berulang kali dalam jangka panjang, stres dapat memberikan dampak terhadap kesehatan fisik dan mental.
Salah satu tanda stres dapat muncul dalam bentuk keluhan kesehatan sehari-hari. Seseorang yang mengalami stres dapat merasakan sakit kepala, sakit perut, nyeri dada, mual, hingga gangguan pencernaan seperti sulit mencerna makanan.
Dampak stres juga dapat terlihat dari perubahan kondisi emosional dan perilaku. Orang yang sedang mengalami tekanan dapat menjadi lebih mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, serta cenderung menarik diri dari keluarga maupun lingkungan pertemanan.
Stres kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi otak dan berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, serta meningkatkan risiko perilaku adiktif.
Selain itu, stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Kondisi tersebut dapat memicu respons peradangan tingkat rendah yang berlangsung terus-menerus. Jika terjadi dalam waktu lama, perubahan respons imun dapat meningkatkan kerentanan terhadap sejumlah gangguan kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, gangguan pencernaan, dan asma.
Perubahan pada sistem kekebalan tubuh akibat stres juga dapat membuat seseorang lebih rentan terkena pilek dan infeksi virus lain yang umum terjadi.
Stres juga dapat memengaruhi berat badan
Stres kronis turut dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas. Tekanan berkepanjangan dapat meningkatkan nafsu makan dan dorongan untuk mengonsumsi makanan, sehingga sebagian orang mengalami kebiasaan makan berlebihan sebagai respons terhadap stres.
Gangguan tidur yang kerap menyertai stres juga dapat memperburuk kondisi tersebut. Kurangnya tidur dan menurunnya motivasi untuk berolahraga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.
Keluhan kulit bisa ikut memburuk
Dampak stres tidak hanya berkaitan dengan kondisi organ dalam. Stres juga dapat memicu munculnya biduran atau hives, yakni ruam kulit yang biasanya ditandai dengan bentol dan rasa gatal.
Pada orang yang sudah memiliki penyakit kulit tertentu, stres dapat memicu atau memperburuk kekambuhan, termasuk eksim, rosacea, dan psoriasis.
Karena itu, mengenali tanda-tanda stres sejak dini penting dilakukan. Keluhan fisik dan perubahan emosional yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengelola stres melalui tidur yang cukup, aktivitas fisik, pola hidup sehat, serta dukungan sosial dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mental.

9 hours ago
5


















































