Kadin DIY Kenang Soliditas Pemulihan 20 Tahun Gempa Jogja

6 hours ago 6

Kadin DIY Kenang Soliditas Pemulihan 20 Tahun Gempa Jogja

Kadin DIY menggelar refleksi 20 tahun Gempa Jogja 2006 di Poenokawan Café & Resto, Senin (25/5/2026) malam. (istimewa)

Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menggelar refleksi 20 tahun Gempa Jogja 2006 dengan menyoroti pentingnya gotong royong lintas sektor dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Kegiatan bertema Solidaritas dan Kebersamaan itu berlangsung di Poenokawan Café & Resto pada Senin (25/5/2026) malam.

Refleksi dua dekade gempa bumi DIY tersebut diawali doa bersama lintas agama yang dipimpin sejumlah tokoh agama dari berbagai keyakinan. Momentum itu sekaligus menjadi pengingat kuatnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga relawan saat menghadapi bencana besar yang mengguncang DIY pada 2006 silam.

Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang 1 Kadin DIY, Robby Kusumaharta, mengatakan sehari setelah gempa bumi 2006 terjadi, Kadin DIY langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk mendukung proses penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak.

Mewakili Ketua Umum Kadin DIY, Robby menyampaikan keterlibatan Kadin DIY diwujudkan melalui dukungan fasilitas ruang kesekretariatan untuk kebutuhan rapat koordinasi penanganan pascagempa.

"Kadin DIY berperan strategis sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi dan pendampingan UMKM pasca gempa," ujarnya.

Menurut Robby, kontribusi Kadin DIY saat itu tidak hanya terbatas pada dukungan koordinasi, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai langkah konkret menuju proses “Jogja Bangkit”. Salah satu fokus utama yang dilakukan ialah pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pendampingan tersebut dilakukan dengan memfasilitasi pemulihan sentra ekonomi masyarakat yang terdampak gempa. Kadin DIY turut memberikan bantuan modal usaha, pelatihan, hingga dukungan akses pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.

Selain itu, Kadin DIY juga terlibat dalam penyaluran bantuan logistik. Robby menyebut pihaknya bekerja sama dengan jaringan pengusaha untuk menggalang dana serta menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut meliputi perlengkapan tenda pengungsian, penyediaan air bersih, hingga bantuan sandang yang berasal dari produk UMKM lokal. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascagempa bumi DIY 2006.

Lebih lanjut, Robby menjelaskan pengalaman mitigasi dan pemulihan bencana yang diterapkan Kadin DIY pada 2006 bahkan dijadikan cetak biru atau blueprint kelembagaan untuk penanganan bencana di daerah lain.

"Pengetahuan dan informasi tersebut terus dibagikan oleh Kadin DIY untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana lainnya di Indonesia," lanjutnya.

Mantan Kepala Bappeda DIY, Bayudono, mengungkapkan saat terjadi gempa bumi dirinya mendapat tugas langsung dari Gubernur DIY untuk mengkoordinasikan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Saat itu, Bayudono memimpin koordinasi dukungan pemulihan dan penanggulangan darurat, termasuk menyusun rencana aksi pascagempa bumi di wilayah DIY.

"Saya diberi tugas oleh Gubernur untuk mengkoordinasi penanganan dan pemulihan pasca gempa," tuturnya.

Tidak hanya itu, Bappeda DIY pada masa tersebut juga menyusun buku profil kebencanaan sebagai media Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk wilayah DIY. Dokumen tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah.

WKU Bidang Kominfodigi Kadin DIY, Y. Sri Susilo, menyampaikan hasil diskusi bersama sejumlah relawan mencatat beberapa faktor penting yang membuat proses pemulihan pascagempa 2006 berjalan lebih cepat dan optimal.

Menurut dia, keberhasilan penanganan gempa bumi DIY kala itu tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, TNI/Polri, media, hingga komunitas masyarakat.

Selain faktor kolaborasi lintas sektor, modal sosial masyarakat DIY seperti tingginya rasa percaya, kekuatan jaringan sosial, serta nilai gotong royong juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

"Dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan perwakilan pengurus Kadin DIY dan diberikan kepada perwakilan 6 pemuka agama yang hadir," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news