Inflasi DIY Mei 2026 Naik Tipis, Transportasi Jadi Pemicu Utama

11 hours ago 5

Inflasi DIY Mei 2026 Naik Tipis, Transportasi Jadi Pemicu Utama

Inflasi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Laju inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Mei 2026 mengalami kenaikan tipis dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sebesar 0,15%, meningkat dari April 2026 yang sebesar 0,09%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo memaparkan secara tahunan (year on year/yoy), inflasi DIY juga menunjukkan tren naik menjadi 2,77%, lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang berada di level 2,46%. Kenaikan ini mencerminkan adanya tekanan harga di sejumlah sektor utama, terutama transportasi dan energi rumah tangga.

"Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kota Jogja mencatat inflasi lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi. Pada Mei 2026, inflasi di Kota Jogja mencapai 0,20% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,99% (yoy). Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi lebih rendah, yakni 0,12% (mtm) dan 2,59% (yoy)," katanya dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026)

Tarif Pesawat Picu Lonjakan Inflasi

Penyumbang terbesar inflasi Mei 2026 berasal dari kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,11% (mtm). Kenaikan tarif angkutan udara menjadi faktor dominan dengan kontribusi inflasi sebesar 0,08%.

Lonjakan harga tiket pesawat ini dipicu oleh penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) serta meningkatnya harga avtur di tengah ketidakpastian geopolitik global. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya perjalanan masyarakat, terutama menjelang periode mobilitas tinggi.

Selain transportasi, tekanan inflasi juga datang dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sebesar 0,06%. Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi menjadi faktor utama, menyumbang inflasi sebesar 0,05%.

Harga Pangan Turun, Tahan Laju Inflasi

Di sisi lain, kenaikan inflasi berhasil ditekan oleh turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat deflasi sebesar 0,07%. Beberapa komoditas yang menjadi penahan inflasi antara lain telur ayam ras, bayam, kelapa, dan daging ayam ras.

Penurunan harga telur ayam ras menjadi yang paling signifikan akibat melemahnya permintaan di tengah pasokan yang melimpah di pasar lokal. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami deflasi sebesar 0,03%, terutama karena penurunan harga emas perhiasan seiring pelemahan harga emas global.

BI DIY Optimistis Inflasi Tetap Terkendali

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga. Berbagai langkah strategis dilakukan dalam kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Salah satu program unggulan adalah MRANTASI (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) Goes to School yang digelar pada 4–11 Mei 2026 di lima kabupaten/kota di DIY. Program ini melibatkan 690 peserta dari kalangan guru dan siswa SMA/SMK/MA untuk meningkatkan literasi inflasi dan pola konsumsi bijak.

Ke depan, Bank Indonesia DIY memprakirakan inflasi sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran target nasional sebesar 2,5±1% (yoy), seiring penguatan koordinasi lintas sektor dan stabilisasi pasokan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news