
Suasana Bakti Sosial di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Wahhaab (Sinar Melati 11) Sleman yang digelar pada Jumat (5/6/2026) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 Harian Jogja./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN—Dalam rangka memperingati hari jadi ke-18, Harian Jogja menggelar kegiatan bakti sosial dengan menggandeng Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Wahhaab. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus ajang silaturahmi bersama para santri.
Chief Operating Officer Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk kasih sayang kepada para santri sekaligus bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun perusahaan yang jatuh pada 20 Mei lalu.
“Alhamdulillah kami bisa bersilaturahmi dan berkumpul bersama. Ini wujud kecintaan kami terhadap adik-adik semua di panti ini,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia juga memohon doa agar Harian Jogja terus bertahan dan berkembang, tidak hanya dari sisi usia, tetapi juga manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas.
“Kami mohon doa agar Harian Jogja bisa terus eksis hingga tahun-tahun mendatang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, menilai kolaborasi ini sebagai kesempatan berharga untuk berbagi sekaligus memperkenalkan program pemberdayaan kepada para santri. Ia menjelaskan bahwa BBPPMT tidak hanya melatih calon transmigran, tetapi juga membuka akses pelatihan bagi masyarakat umum.
Menurutnya, berbagai fasilitas pelatihan tersedia, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, hingga sektor industri kreatif seperti membatik dan ecoprint. Bahkan, terdapat program “belajar kilat” yang memungkinkan peserta memperoleh keterampilan praktis dalam waktu singkat.
“Kami memiliki lahan praktik dan program pelatihan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk para santri dan pengajar di pondok pesantren,” jelasnya.
Sementara itu, Pengasuh Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Wahhaab, Tugiyo, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Saat ini, panti tersebut menampung sekitar 25 santri aktif yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak berdiri pada 2006, tercatat sekitar 1.000 anak pernah mengenyam pendidikan dan pembinaan di tempat tersebut.
Selain pendidikan, panti juga mengembangkan usaha peternakan ayam dan kambing sebagai bentuk kemandirian ekonomi. Namun, Tugiyo mengakui bahwa pengelolaan usaha tersebut masih bersifat otodidak sehingga membutuhkan pelatihan lebih lanjut.
“Dengan adanya pelatihan dari BBPPMT, kami berharap usaha ini bisa berkembang lebih baik dan profesional,” ungkapnya.
Kegiatan bakti sosial ini juga didukung oleh sejumlah pihak, di antaranya Bank Jateng, Burger Bangor, Sleman City Hall, Magrent Car, serta Kokola Biskuit.
Melalui kegiatan ini, Harian Jogja berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, berdaya, dan berkarakter kuat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
5

















































