Harga Ayam di Jogja Turun Tajam Permintaan Masih Lesu

7 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA— Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Jogja terus melemah dalam sebulan terakhir. Penurunan ini terjadi hampir di seluruh rantai perdagangan, mulai dari tingkat pedagang hingga pasar eceran, namun tidak dibarengi dengan meningkatnya jumlah pembeli yang masih cenderung stagnan.

Di tingkat pedagang Pasar Kranggan, Pasar Kranggan, Harjio, harga ayam hidup kini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Ia menyebut penurunan harga berlangsung cukup cepat dibandingkan periode sebelumnya yang masih lebih tinggi.

“Kalau dibandingkan kemarin memang turun banyak. Sekarang sekitar Rp25.000 per kilogram,” kata Harjio, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, tekanan harga terutama dipicu oleh turunnya permintaan pasar. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah terhentinya sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut membuat serapan ayam dari sektor program sosial maupun katering ikut menurun signifikan.

“MBG libur, jadi kebutuhan ayam juga turun. Sebagian besar yang mengonsumsi untuk program itu. Karena permintaan berkurang, harga akhirnya ikut turun,” ujarnya.

Ia menambahkan, tren penurunan ini sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. Namun, kondisi di lapangan belum menunjukkan perbaikan dari sisi penjualan. Meski harga lebih rendah, jumlah transaksi tetap tidak meningkat karena daya beli belum bergerak naik.

Selain itu, sektor katering yang biasanya menjadi pembeli dalam jumlah besar juga ikut melambat. Minimnya kegiatan hajatan dan acara masyarakat dalam beberapa waktu terakhir membuat permintaan tambahan dari pasar ikut berkurang.

“Pembelinya biasa saja, tidak bertambah. Yang biasanya beli dalam jumlah banyak itu katering. Sekarang juga sedang sepi karena belum banyak hajatan atau acara,” kata Harjio.

Ia menilai pola permintaan daging ayam sangat dipengaruhi oleh siklus kegiatan masyarakat. Pada momen tertentu seperti musim hajatan atau hari besar, permintaan biasanya melonjak. Namun memasuki bulan Suro, aktivitas tersebut cenderung menurun sehingga berdampak langsung pada pergerakan harga.

“Kalau tidak ada yang beli, ya daripada ayam tidak laku akhirnya harganya turun,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di pasar lain. Pedagang ayam di Pasar Beringharjo, Ida, menyebut harga ayam saat ini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Meski lebih rendah dibandingkan sebelumnya, ia menilai kondisi pasar belum pulih.

“Sekarang sekitar Rp30.000 sampai Rp32.000 per kilogram. Harapannya ya tetap stabil di kisaran itu, jangan sampai naik terlalu tinggi,” katanya.

Ida menambahkan, faktor libur sekolah dan libur mahasiswa turut memberikan dampak besar terhadap penurunan permintaan. Aktivitas warung makan hingga konsumsi harian di kawasan pusat kota ikut melambat, sehingga perputaran pembelian ayam juga ikut menurun.

“Kalau anak sekolah dan mahasiswa libur, pengaruh sekali. Warung makan juga jadi tidak seramai biasanya, jadi pembeli berkurang,” ujarnya.

Ia menilai pergerakan pasar ayam di wilayah Kota Jogja sangat sensitif terhadap aktivitas mahasiswa dan masyarakat urban. Ketika aktivitas tersebut menurun, dampaknya langsung terasa pada sisi permintaan harian maupun pembelian dalam jumlah besar.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news