HET Minyakita Tetap Rp15.700, Ini Alasan Pemerintah

4 hours ago 2

HET Minyakita Tetap Rp15.700, Ini Alasan Pemerintah

Pedagang menata Minyakita di Bandung, Jawa Barat. Bisnis.com/Rachman

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memastikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita tetap bertahan di angka Rp15.700 per liter. Kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan kenaikan harga bahan baku global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, keputusan untuk tidak menaikkan harga Minyakita telah melalui berbagai pertimbangan lintas sektor. Salah satu faktor utama adalah perlindungan terhadap konsumen, terutama kelompok masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada minyak goreng bersubsidi tersebut.

“Sampai sekarang tidak naik. Itu hasil pembahasan dengan berbagai pertimbangan,” ujar Budi, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, meskipun harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar global tengah mengalami kenaikan, pemerintah belum mengambil langkah penyesuaian harga di tingkat konsumen. Keputusan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang berdampak langsung pada inflasi.

Budi menjelaskan, setiap kebijakan terkait harga minyak goreng harus mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh. Mulai dari kondisi petani sawit sebagai penyedia bahan baku, biaya produksi di tingkat industri, distribusi ke pasar, hingga daya beli masyarakat sebagai konsumen akhir.

“Banyak faktor yang harus dihitung, dari sisi petani, biaya distribusi, sampai konsumen,” jelasnya.

Senada, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mempertahankan harga Minyakita agar tetap terjangkau. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan stabilitas harga pangan sebagai prioritas utama.

“Yang utama bagi Presiden adalah ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” kata Qodari.

Ia menambahkan, pemerintah memahami bahwa harga kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng, selalu menjadi perhatian utama publik. Oleh karena itu, kestabilan harga Minyakita dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mengendalikan tekanan ekonomi rumah tangga.

Di sisi lain, kenaikan harga CPO global memang berpotensi meningkatkan biaya produksi minyak goreng dalam negeri. Namun pemerintah memilih menahan harga di tingkat konsumen sembari terus memantau dinamika pasar dan kesiapan pelaku usaha.

Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga pasokan tetap stabil tanpa memicu lonjakan harga di pasar. Pemerintah memastikan koordinasi dengan produsen dan distributor terus dilakukan agar distribusi Minyakita tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan kebijakan ini, masyarakat diharapkan tetap dapat mengakses minyak goreng dengan harga terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news