PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Pemerintah terus memperkuat upaya hilirisasi komoditas perkebunan nasional melalui program gerakan tanam dan peremajaan kelapa unggul lokal varietas Kelapa Dalam yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa, memperkuat ketahanan bahan baku industri hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Di Provinsi Sumatera Barat, pelaksanaan gerakan tanam dipusatkan di lahan Kelompok Tani Puding Indah, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Padang Pariaman diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumarni, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor) Provinsi Sumatera Barat Afniwirman yang didampingi Kepala Bidang Perkebunan Agustian dan Kabid Perkebunan Tanaman Semusim dan Rempah Novriadi, Kepala UPTD Balai benih Induk Syofrinaldi NP, serta diikuti para penyuluh pertanian, kelompok tani, dan perangkat nagari.
Gerakan tanam serentak tersebut menjadi bagian dari program nasional yang bertujuan mempercepat regenerasi tanaman kelapa melalui peremajaan tanaman yang sudah tua maupun tidak produktif. Pemerintah berharap, penggunaan benih unggul lokal varietas Kelapa Dalam mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus menjawab kebutuhan bahan baku industri pengolahan kelapa yang terus berkembang.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Afniwirman, mengatakan bahwa gerakan tanam serentak kelapa yang dilaksanakan di seluruh Indonesia merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berpotensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi.
“Gerakan tanam serentak ini merupakan bagian dari program nasional dalam mendukung hilirisasi komoditas perkebunan. Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan produksi kelapa melalui penggunaan benih unggul lokal sehingga produktivitas petani dapat terus meningkat,” ujar Afniwirman.
Menurutnya, Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi penerima program bantuan peremajaan kelapa yang bersumber dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan total luas mencapai sekitar 3.800 hektare.
Dari total alokasi tersebut, Kabupaten Padang Pariaman menjadi daerah penerima terbesar dengan luas sekitar 1.800 hektare. Program tersebut diharapkan mampu mengembalikan produktivitas kebun-kebun kelapa rakyat yang selama ini mengalami penurunan akibat usia tanaman yang sudah tua.
Afniwirman menjelaskan, peremajaan tanaman merupakan langkah penting agar produksi kelapa tetap terjaga dalam jangka panjang. Selain meningkatkan hasil panen, penggunaan varietas unggul lokal juga diyakini mampu menghasilkan kualitas buah yang lebih baik sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.
Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi di tingkat hulu, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan industri hilir berbasis kelapa di Sumatera Barat. Dengan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, berbagai produk turunan kelapa memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut.
“Pemerintah tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga bagaimana hasil produksi nantinya mampu mendukung pengembangan industri hilir. Hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah komoditas kelapa dapat dinikmati oleh petani maupun pelaku usaha,” katanya.
Melalui program ini, pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam memastikan keberhasilan penanaman hingga proses pemeliharaan tanaman. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil sesuai harapan.
Dengan dimulainya gerakan tanam serentak tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis program peremajaan kelapa mampu memperkuat daya saing sektor perkebunan daerah sekaligus mendukung agenda nasional dalam membangun industri hilir berbasis komoditas perkebunan yang berkelanjutan.

19 hours ago
6


















































