
Tanda larangan merokok di kereta api. Foto ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Setelah lebih dari satu dekade tidak terselenggara akibat dampak penerapan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), event bersponsor rokok kembali hadir di Kulonprogo. Alun-alun Wates akan menjadi pusat kegiatan pesta rakyat pada Sabtu (6/6/2026) dengan rangkaian acara yang melibatkan sektor UMKM, pariwisata, olahraga, hingga hiburan masyarakat.
Agenda yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan dunia usaha tersebut akan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari touring wisata, senam bersama, parade band, pameran UMKM, hingga konser hiburan rakyat yang menjadi puncak acara.
Momentum ini menjadi perhatian tersendiri karena menjadi kali pertama dalam kurun waktu sekitar 12 tahun Kulonprogo kembali menggelar kegiatan yang mendapat dukungan langsung dari perusahaan rokok. Selama beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan event serupa disebut terkendala regulasi terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, mengatakan kegiatan berskala besar seperti ini sudah cukup lama tidak hadir di Bumi Binangun. Menurutnya, pesta rakyat tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Maka dari itu kami berinisiasi mengadakan ini adalah pesta rakyat hadir untuk membangun Kulonprogo dengan mensejahterakan semuanya dengan event besar ini," katanya kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
Ambar menjelaskan seluruh pelaku UMKM di Kulonprogo diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pemerintah bersama penyelenggara menyediakan stan secara gratis sebagai upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama berlangsungnya acara.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan touring dan senam pada pagi hari, dilanjutkan parade band serta berbagai aktivitas masyarakat lainnya. Sementara pada malam hari, pengunjung akan disuguhi hiburan musik dari sejumlah bintang tamu yang telah disiapkan panitia.
"Stand gratis, HS sebagai sponsor utama kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menghidupkan perekonomian Kulonprogo. Ini pertama kalinya dari 2014 sampai baru 2026 ini tidak ada kegiatan karena Perda KTR," lanjutnya.
Menurut Ambar, pesta rakyat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan hiburan semata, tetapi juga mampu menjadi pemicu pergerakan ekonomi masyarakat. Ia juga berharap konsep serupa dapat dikembangkan ke berbagai kawasan wisata di Kulonprogo sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, menyebut kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas dampak sektor pariwisata setelah adanya perubahan regulasi yang berkaitan dengan Kawasan Tanpa Rokok.
"Di tahap pertama ini sengaja kita laksanakan di alun-alun supaya average-nya itu ke seluruh masyarakat. Segmen masyarakatnya kita libatkan semua, dari pencinta motor, yang suka senam, UMKM, sampai masyarakat umum," ucapnya.
Untuk mendukung promosi destinasi wisata daerah, panitia juga merancang rute touring yang melintasi sejumlah kawasan wisata unggulan di Perbukitan Menoreh. Peserta akan melewati wilayah Samigaluh, Menoreh, Gunung Gajah, dan Waduk Sermo sebelum kembali menuju pusat kegiatan di Alun-alun Wates.
Sutarman menilai keterlibatan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta diharapkan dapat terus diperluas, tidak hanya pada penyelenggaraan acara di pusat kota, tetapi juga menyasar pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat di tingkat desa.
"Ke depannya, arahnya adalah bagaimana dunia usaha turut membantu pengembangan wisata agar desa wisata bisa lebih berdaya. Tujuan akhirnya tentu meningkatkan kunjungan, meningkatkan PAD, dan yang lebih penting lagi adalah menurunkan kemiskinan dengan cara menggerakkan ekonomi masyarakat," pungkas Sutarman.
Selain menjadi ajang hiburan dan promosi wisata, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM, meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kulonprogo, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menggerakkan sektor ekonomi berbasis pariwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































