Dosen UKDW Jadi Juri Falling Walls Lab Yogyakarta 2026

3 hours ago 5

Dosen UKDW Jadi Juri Falling Walls Lab Yogyakarta 2026

Dosen Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKDW, Dr. phil. Lucia Dwi Krisnawati, sebagai dewan juri dalam ajang internasional Falling Walls Lab Yogyakarta 2026./ Ist

Dosen UKDW Jadi Juri Falling Walls Lab Yogyakarta 2026, Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

JOGJA - Komitmen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dalam mendukung inovasi dan jejaring internasional kembali terlihat melalui keterlibatan dosen Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKDW, Dr. phil. Lucia Dwi Krisnawati, sebagai dewan juri dalam ajang internasional Falling Walls Lab Yogyakarta 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Teatrikal Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Universitas Islam Indonesia (UII) pada Kamis (21/5/2026). Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess, sebuah platform asal Eropa yang memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara peneliti, entrepreneur, universitas, serta pelaku industri dan bisnis. 

Ajang ini mempertemukan inovator muda, akademisi, peneliti, praktisi, dan profesional dari berbagai bidang untuk mempresentasikan gagasan inovatif mereka. Sebanyak 21 peserta terpilih mengikuti kompetisi setelah melewati seleksi dari sekitar 120 proposal yang masuk.

Dalam kompetisi tersebut, setiap peserta mempresentasikan ide melalui sesi pitching selama tiga menit menggunakan maksimal tiga slide presentasi. Peserta terbaik akan mewakili Yogyakarta pada babak final internasional di Berlin, Jerman, pada November 2026.

Keterlibatan dosen UKDW dalam forum internasional ini menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik sivitas UKDW, sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berdampak bagi masyarakat.

Lucia menilai forum internasional seperti Falling Walls Lab menjadi ruang penting untuk memperluas kontribusi akademik sekaligus memperkenalkan UKDW di tingkat global.

“Saya melihat keterlibatan ini bukan hanya sebagai kontribusi pribadi, tetapi juga kesempatan membawa nama UKDW dalam forum internasional. Kehadiran UKDW dalam ruang seperti ini penting agar semakin banyak pihak mengenal kapasitas akademik dan bidang keilmuan yang dimiliki UKDW, termasuk Program Studi Informatika,” ujarnya.

Menurut Lucia, tantangan perguruan tinggi saat ini bukan hanya membuka peluang kerja sama internasional, tetapi juga menjaga hubungan yang berkelanjutan dengan berbagai mitra global.

“Kolaborasi internasional perlu dibangun melalui komunikasi dan hubungan yang bermakna. Ketika kepercayaan terbangun, kerja sama dapat berkembang menjadi berbagai peluang nyata, seperti proyek bersama, pendanaan, hingga keterlibatan dalam kegiatan akademik internasional lainnya,” jelasnya.

Dalam proses penjurian, Lucia menilai peserta berdasarkan aspek inovasi, relevansi solusi, dampak gagasan, serta kemampuan menyampaikan ide secara efektif dalam waktu terbatas.

“Dengan waktu yang singkat, peserta harus mampu menyampaikan ide secara tertulis maupun lisan dengan jelas dan terstruktur. Itu tentu bukan hal yang mudah,” katanya.

Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., menegaskan bahwa keterlibatan sivitas akademika UKDW dalam forum internasional sejalan dengan visi Sustainable Entrepreneurial Research University.

“Keterlibatan sivitas akademika UKDW dalam forum internasional seperti Falling Walls Lab menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung inovasi, kolaborasi global, dan pengembangan generasi muda yang adaptif terhadap tantangan dunia. Kami berharap mahasiswa UKDW semakin berani mengembangkan ide, riset, dan kontribusi nyata di tingkat internasional,” tuturnya.

Lucia juga menilai generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di forum internasional. Menurutnya, tantangan terbesar sering kali bukan kemampuan akademik, melainkan keberanian untuk mencoba dan terus belajar.

“Ajang internasional seperti Falling Walls Lab seharusnya menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang, bukan sesuatu yang menakutkan atau hanya untuk kelompok tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses mengikuti kompetisi internasional merupakan pengalaman berharga, baik saat berhasil maupun ketika menghadapi kegagalan. “Ketika seseorang berani mengirim proposal, mengikuti wawancara, hingga mempresentasikan ide, itu sendiri sudah menjadi proses pembelajaran yang penting,” katanya.

Melalui keterlibatan dalam Falling Walls Lab Yogyakarta 2026, UKDW berharap semakin banyak generasi muda terdorong menghadirkan inovasi yang relevan bagi masyarakat serta berani terlibat dalam percakapan global melalui riset, kolaborasi, dan kreativitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news