Disdikpora Kota Yogyakarta Perkuat Karakter Generasi Muda

7 hours ago 4

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta mengintensifkan penguatan karakter pelajar dan pemberdayaan pemuda sepanjang semester pertama 2026 melalui sejumlah program. Mulai dari membiasakan budaya hidup bersih di sekolah, membekali generasi muda agar tangguh menghadapi pengaruh negatif, hingga mencetak pemuda pelopor dan calon wirausaha muda.

Pemuda Harus Sehat, Berdaya dan Bermanfaat

Selain membangun kepedulian terhadap lingkungan, Disdik Kota Yogyakarta juga memberikan perhatian pada ketahanan mental generasi muda. Pada April 2026, instansi tersebut menggelar Pembinaan Kepemudaan bertema Pemuda Sehat Berdaya Bermanfaat sebagai upaya membentengi pelajar dari pengaruh destruktif, penyalahgunaan narkoba, dan persoalan kesehatan mental. Kegiatan itu menghadirkan psikolog kesehatan yang menekankan pentingnya prinsip no health without mental health, bahwa kesehatan

Gresek Bangun Budaya Hidup Bersih

Salah satu program yang dijalankan adalah Gerakan Reresik Sekolah (Gresek) yang menjadi bagian dari Gerakan Jogja Berhati Nyaman. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh satuan pendidikan di Kota Jogja dengan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah, jalan, hingga kawasan sungai dan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat Wage bersama perangkat pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, mengatakan gerakan tersebut tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Dengan tujuan utama bagaimana menciptakan perilaku hidup sehat dan bersih. Mudah-mudahan dengan kerja sama serentak ini Yogyakarta menjadi Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Jogja, Dwi Isnawati menyampaikan sekolahnya telah menerapkan pengelolaan kota yang nyaman, indah, bersih dan menjadi sarana membentuk karakter anak-anak, salah satunya menjaga kebersihan," ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh sekolah dan instansi pemerintah diharapkan mampu memperkuat budaya menjaga kebersihan sehingga kondisi Kota Jogja tetap aman, asri, resik, dan nyaman. sampah melalui Gerakan Mas Jos. Program tersebut berhasil menekan volume sampah secara signifikan melalui pemilahan, pengolahan sampah organik, pembangunan biopori jumbo, hingga tabungan sampah bagi siswa.


Cetak Pemuda Pelopor dan Wirausaha Muda

Memasuki Mei hingga Juni 2026, pembinaan kepemudaan dilanjutkan melalui proses seleksi dan pengukuhan Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta.

Sebanyak 15 pemuda terpilih dari berbagai bidang, dengan lima juara pertama berasal dari bidang pendidikan, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam, pangan, serta inovasi teknologi. Para pemuda tersebut membawa beragam inovasi sosial, mulai dari pendirian sanggar belajar bagi anak penyintas disabilitas, pelestarian seni budaya Jawa, pengolahan sampah organik menggunakan manggot, pengembangan pertanian perkotaan berbasis hidroponik, hingga pembuatan aplikasi berbasis Android untuk memudahkan pembayaran zakat, infak, sedekah, dan kurban.

Pada periode yang sama, Disdikpora Kota Yogyakarta juga melanjutkan program Yogyakarta Entrepreneur School of Business Ownership (YES BOSS) melalui mentoring dan coaching clinic bagi peserta. Program inkubasi kewirausahaan itu merupakan kelanjutan dari angkatan pertama yang telah berjalan pada 2025.

Melalui rangkaian program tersebut, Disdikpora Kota Jogja berupaya mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tangguh secara mental, mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, sekaligus memiliki daya saing melalui pengembangan kewirausahaan.


Data Pemuda PELOPOR

Juara 1 Bidang Pendidikan : lham Syahputra, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan (pendirian sanggar belajar bagi anakanak penyintas diasbilitas di bantaran Sungai Code)

Juara 1 Bidang Seni Budaya: Rendi Saputra, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis (menggerakkan anak-anak, remaja & pemuda dalam melestarikan dan menjaga seni budaya Jawa melalui pendampingan pembentukan kelompok-kelompok tari, karawitan dan teater/kethoprak

Juara 1 Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Pariwisata : Fadli Robbi Assamargandi, Kelurahan Ngampilan, Kemantren Ngampilan (Pengolahan sampah organik melalui budi daya manggot)

Juara 1 Bidang Pangan : Muhammad Latif Abdullah, Kelurahan Tahunan, Kemantren Umbulharjo (Peningkatan peran perempuan dan pemuda dalam ketahanan pangan melalui pertanian perkotaan/hidroponik).

Juara 1 Bidang Inovasi Teknologi : Muhammad Siddiq Fathurrahman, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan (Pembuatan aplikasi berbasis Android untuk kemudahan jemaah masjid dalam membayar zakat, infak, sedekah dan kurban).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news