Harianjogja.com, JAKARTA — Lemak visceral atau lemak yang menyelimuti organ dalam rongga perut menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan jika jumlahnya berlebih. Jenis lemak ini diketahui berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung hingga diabetes.
Mengutip berbagai sumber ahli gizi dan kebugaran, lemak visceral tidak hanya dipengaruhi pola makan, tetapi juga gaya hidup, termasuk aktivitas fisik. Salah satu metode yang terbukti efektif untuk menguranginya adalah latihan angkat beban atau strength training.
Ahli diet sekaligus spesialis nutrisi olahraga Amy Goodson menjelaskan bahwa latihan beban mampu meningkatkan massa otot tubuh. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan metabolisme, bahkan saat tubuh sedang tidak beraktivitas.
Menurutnya, berbeda dengan latihan kardio yang membakar kalori saat dilakukan, latihan beban justru memberikan efek pembakaran kalori lebih lama setelah sesi latihan selesai. Proses ini dikenal sebagai excess post-exercise oxygen consumption (EPOC), yang membuat tubuh tetap membakar energi dalam fase pemulihan.
Sementara itu, ahli nutrisi olahraga Marie Spano mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan latihan beban dapat membantu mengurangi lemak visceral, baik pada individu dengan obesitas maupun yang tidak, bahkan tanpa harus melakukan pembatasan kalori secara ketat.
Latihan kekuatan secara rutin akan membuat jaringan otot menjadi lebih padat dan aktif secara metabolik. Artinya, semakin banyak massa otot yang dimiliki, semakin besar pula jumlah kalori yang dibakar tubuh setiap hari.
"Semakin banyak otot yang dimiliki tubuh, semakin banyak kalori yang dibakar bahkan saat istirahat," jelas Spano.
Ia menambahkan, ketika pengeluaran kalori lebih tinggi dibandingkan asupan, tubuh secara alami akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, termasuk lemak visceral yang berbahaya.
Selain itu, peningkatan massa otot juga berpengaruh terhadap keseimbangan hormon tubuh. Latihan kekuatan diketahui dapat membantu menekan kadar hormon stres seperti kortisol yang berperan dalam penumpukan lemak di area perut.
Tak hanya itu, aktivitas angkat beban juga berkontribusi terhadap penurunan tingkat stres secara keseluruhan, yang pada akhirnya ikut membantu mengurangi risiko penimbunan lemak visceral.
Bagi pemula, para ahli menyarankan untuk tidak langsung melakukan latihan berat. Konsultasi dengan pelatih atau ahli kebugaran sangat dianjurkan guna menyesuaikan program latihan dengan kondisi tubuh.
Latihan dasar seperti squat, deadlift, lunge, dan push-up dapat menjadi titik awal yang aman dan efektif. Fokus utama di tahap awal adalah menguasai teknik yang benar untuk mencegah cedera.
Setelah tubuh mulai beradaptasi, intensitas dan frekuensi latihan bisa ditingkatkan secara bertahap. Idealnya, latihan kekuatan dilakukan dua hingga tiga kali per minggu untuk pemula, dan dapat ditingkatkan menjadi tiga hingga lima kali per minggu bagi yang sudah terbiasa.
Namun demikian, latihan saja tidak cukup. Pola makan seimbang, istirahat yang cukup, serta konsistensi menjadi kunci utama dalam upaya mengurangi lemak visceral secara optimal.
Dengan pendekatan yang tepat, latihan angkat beban tidak hanya membantu membentuk tubuh, tetapi juga menjaga kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
5
















































