Ketua DPD II Golkar Makassar juga Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar)KabarMakassar.com — Isu Ketua DPD II Golkar Makassar sekaligus Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bergabung dengan Partai Demokrat terus mencuat.
Hal ini muncul sejak orang nomor satu di Kota Makassar itu tidak menghadiri Musda Golkar Sulsel yang berlangsung bulan lalu. Padahal, agenda tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
Tak hanya itu, beberapa waktu lalu Appi kerab terlihat menggunakan pakaian bernuansa biru sesuai dengan warna partai berlogo Mercy itu.
Wakil Ketua DPC Demokrat Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, menyebut isu tersebut telah berkembang luas, bahkan kabarnya Appi tidak diarahkan masuk ke struktur DPC, melainkan DPD Demokrat Sulsel.
Tri mengatakan, hingga kini belum ada kepastian resmi yang diterima di internal DPC Demokrat Makassar mengenai rencana tersebut. Namun, pembicaraan mengenai kemungkinan Appi bergabung dengan Demokrat disebut bukan lagi isu yang bisa ditutupi.
“Yang saya tahu, isu yang beredar memang, Pak Wali ingin masuk ke Demokrat bukan ke DPC, tapi ke DPD,” kata Tri, Kamis (20/08).
Menurut Tri, pihaknya bahkan sempat mencoba mengorek langsung kabar tersebut ketika jajaran DPC Demokrat Makassar bersilaturahmi dengan Appi di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar pada 5 Agustus lalu.
Dalam pertemuan yang dipimpin Plt Ketua DPC Demokrat Makassar Andi Muzakkir Aqil bersama Sekretaris DPC Demokrat Makassar Fatma Wahyudin itu, isu kepindahan partai Appi turut disinggung.
“Malah kemarin pada saat DPC kunjungan ke rujab, kita coba korek-korek, Pak Wali cuma bilang ‘Jangan pikir macam-macam’,” ujar Tri.
Meski belum mendapatkan informasi resmi, Tri menyebut isu Appi menuju Demokrat semakin kuat setelah Wali Kota Makassar tersebut beberapa kali tampil menggunakan pakaian bernuansa biru.
Warna biru kemudian dikaitkan dengan Demokrat. Sebab, selama ini Appi lebih sering tampil dengan warna kuning yang identik dengan Partai Golkar.
Namun, Tri tak ingin buru-buru menyimpulkan warna pakaian sebagai tanda politik.
“Tapi bisa saja ke NasDem,” timpalnya.
Kabar Appi bakal resmi menjadi kader Demokrat juga disebut mengarah pada September 2026. Tri memilih tidak berspekulasi dan meminta semua pihak menunggu perkembangan berikutnya.
“Iya, kalau pembicaraan kan memang bukan hal yang perlu ditutup-tutupi. Isu berkembang bahwa Pak Wali akan bergabung ke Demokrat. Tapi isu di internal kami, kalaupun bergabung itu ke DPD tingkat provinsi,” jelasnya.
Appi saat itu memilih menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya.
Bagi Demokrat, Tri menyebut kedatangan Appi akan menjadi tambahan kekuatan politik.
Pengalaman Appi memimpin Golkar Makassar dinilai menjadi modal yang bisa dibawa jika benar bergabung dengan Demokrat.
“Ya kalau kami pasti menyambut dengan senang, kalau memang Pak Wali mau bergabung ke Demokrat. Karena otomatis kita dapat tokoh baru, amunisi baru. Apalagi kan Pak Wali ini di Makassar masa jabatannya masih lama,” katanya.
Tri menilai Appi juga tidak datang dengan tangan kosong. Pengalaman mengelola partai besar seperti Golkar dianggap dapat menjadi nilai tambah bagi Demokrat.
“Kemudian pengalaman beliau juga sudah di partai besar sebelumnya, Partai Golkar. Tentu pengalaman-pengalaman beliau memimpin Golkar bisa dibawa ke Demokrat,” tukasnya.


















































