15.945 Siswa Rasakan Manfaat Sekolah Rakyat

7 hours ago 4

15.945 Siswa Rasakan Manfaat Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama. /Antara.

Harianjogja.com, JOGJA—Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto resmi beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia. Hingga Januari 2026, sebanyak 15.945 siswa telah merasakan manfaat pendidikan gratis berbasis asrama yang digagas pemerintah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Belasan ribu siswa merasakan manfaat Sekolah Rakyat yang dibuka secara bertahap sejak 2025.

Peresmian operasional ratusan Sekolah Rakyat dilakukan Presiden Prabowo saat kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial per 11 Januari 2026, Sekolah Rakyat kini tersebar di 166 lokasi yang mencakup 34 provinsi di Indonesia. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 70 lokasi. Selanjutnya Sumatra sebanyak 35 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara tujuh lokasi, Maluku tujuh lokasi, serta Papua enam lokasi.

Selain memperluas akses pendidikan, program ini juga menyerap ribuan tenaga kerja di sektor pendidikan. Saat ini tercatat sebanyak 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan terlibat mendukung proses belajar mengajar pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.

"Hari ini kita berhasil melihat dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029, insyaallah akan tercapai," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya.

Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar menyediakan sekolah gratis, melainkan membangun sistem pendidikan terpadu yang mengombinasikan pembelajaran akademik, penguatan karakter, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. Pemerintah berharap pola tersebut mampu memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

Program ini juga mengusung sejumlah pendekatan baru dalam sistem pendidikan nasional, di antaranya:

-Pengembangan minat dan bakat siswa melalui penguatan kreativitas serta keterampilan hidup (life skills).
-Pemberdayaan ekonomi orang tua siswa yang terintegrasi dengan program sosial pemerintah.
-Penerapan sistem multi entry-multi exit yang memungkinkan siswa belajar lebih fleksibel sesuai capaian masing-masing.
-Penguatan pendidikan karakter dengan penanaman nilai nasionalisme dan tanggung jawab sosial.

Pemerintah optimistis integrasi pendidikan gratis berkualitas dengan pemberdayaan ekonomi keluarga akan menjadi strategi efektif untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga 2029. Dengan target 500 Sekolah Rakyat dalam empat tahun ke depan, program ini diproyeksikan menjangkau lebih banyak siswa di wilayah tertinggal dan keluarga prasejahtera di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news