
Gelaran WJNC di Tugu Jogja. Pada 2026 event serupa akan bergeser ke Malioboro. - Foto dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 akan hadir dengan konsep berbeda. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggeser kawasan utama rangkaian kegiatan dari sekitar Tugu menuju kawasan selatan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Jogja dengan target menarik 60.000 pengunjung.
WJNC 2026 dijadwalkan berlangsung selama hampir sepekan, yakni 1-7 Oktober 2026. Pergeseran lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jogja agar pertunjukan lebih leluasa dinikmati masyarakat sekaligus wisatawan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan pemindahan lokasi dilakukan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya. Konsentrasi penonton di kawasan Tugu dinilai membuat pertunjukan kurang optimal karena terjadi penumpukan massa.
“Kita ingin cerita tentang WJNC ini bisa dinikmati oleh penonton dan pengunjung. Pengalaman ketika di Tugu itu berjubel dengan penonton yang 40.000,” ujarnya saat ditemui di Balaikota Jogja pada Senin (7/9/2026).
Menurut Hasto, perluasan area pertunjukan dari kawasan Tugu hingga Titik Nol Kilometer diharapkan membuat cerita dan berbagai atraksi WJNC dapat disaksikan dengan lebih optimal oleh pengunjung.
Malioboro Jadi Lokasi Utama WJNC 2026
Pemilihan Malioboro bukan sekadar untuk memperluas area pertunjukan. Hasto menilai kawasan tersebut merupakan salah satu titik yang paling banyak menjadi perhatian wisatawan ketika berkunjung ke Jogja.
Dengan menempatkan rangkaian WJNC di kawasan Malioboro, wisatawan yang sejak awal menjadikan kawasan tersebut sebagai tujuan perjalanan dapat sekaligus menikmati agenda budaya tersebut tanpa harus menuju kawasan Tugu.
“Malioboro adalah tempat yang paling top. Kita tempatkan di center of river dan biasanya menjadi center perhatian, interest publik itu Malioboro,” katanya.
Pemkot Jogja kemudian memasang target 60.000 penonton untuk WJNC 2026. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang berada di kisaran 40.000 orang.
“Kalau dulu 40.000, target saya enggak usah tinggi-tinggi, 60.000. Kalau naik bisa menjadi 60.000 itu sudah bagus. Syukur kalau lebih,” katanya.
Target tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah orang yang menyaksikan WJNC. Pemkot Jogja juga melihat rangkaian kegiatan tersebut sebagai salah satu instrumen untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Jogja.
WJNC Jadi Bagian Strategi Perpanjang Lama Tinggal
Hasto mengatakan strategi pariwisata Kota Jogja ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan yang berlangsung selama satu hari. Pemerintah kota ingin membuat agenda wisata tersebar dalam periode yang lebih panjang sehingga wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk memperpanjang kunjungannya.
“Intinya kita ingin supaya length of stay orang yang ke Jogja itu lebih panjang. Maka kemudian kita coba event-nya tidak hanya hari, tapi bulan,” ujarnya.
Karena itu, WJNC 2026 tidak berdiri sebagai agenda satu hari. Rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 1-7 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari agenda pariwisata yang diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain durasi penyelenggaraan WJNC, promosi pariwisata juga akan diperluas sepanjang Oktober. Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja menggandeng pelaku usaha dan pelaku wisata untuk memperkuat promosi kegiatan tersebut.
“Mulai tanggal 1 sampai 31 [Oktober 2026] kita promosikan mengenai Jogja. Kalau disampaikan Pak Wali mengenai kunjungan 60.000 mungkin untuk acara WJNC, tetapi dalam satu bulan juga akan terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk pariwisata selama satu bulan dan juga ekonomi,” ujar perwakilan Dinas Pariwisata Kota Jogja.
Besaran dampak ekonomi dan jumlah kunjungan wisatawan selama rangkaian kegiatan Oktober masih dalam tahap penjajakan. Pemkot Jogja berharap kolaborasi dengan pelaku usaha dan pelaku wisata dapat membuat dampak WJNC tidak berhenti pada acara utama, tetapi ikut dirasakan sektor pariwisata dan ekonomi selama Oktober.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Perpindahan lokasi WJNC ke kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer juga membuat aspek mobilitas menjadi perhatian Pemkot Jogja. Rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kepadatan kendaraan selama rangkaian kegiatan.
Salah satu kebijakan yang disiapkan yakni kendaraan besar tidak diperbolehkan masuk ke Jalan Mangkubumi. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengendalikan arus kendaraan di sekitar kawasan kegiatan.
Pemkot Jogja juga menyiapkan sejumlah lokasi pendukung untuk parkir dan pergerakan wisatawan. Di antaranya kawasan Stadion Kridosono dan area sekitar Menara Kopi.
Pada hari pelaksanaan utama, akses kendaraan menuju sejumlah kawasan tertentu juga akan dibatasi. Pembatasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengendalian kepadatan lalu lintas selama WJNC berlangsung.
Dengan konsep baru tersebut, WJNC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan budaya yang menarik puluhan ribu penonton. Pemkot Jogja juga menjadikannya sebagai bagian dari strategi memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan aktivitas pariwisata sepanjang Oktober, serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2
















































