Newswire Senin, 07 September 2026 12:57 WIB

Ilustrasi rangkaian kereta api. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah kapasitas pada sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada 7 September 2026.
Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menyediakan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat di tengah kebutuhan mobilitas yang meningkat, termasuk setelah terganggunya transportasi udara akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penambahan rangkaian menjadi bagian dari penyesuaian layanan untuk menyediakan kapasitas perjalanan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Penambahan rangkaian ini memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas dengan dukungan sarana yang semakin nyaman,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).
Daftar Kereta yang Mendapat Tambahan Rangkaian
Penambahan rangkaian dilakukan pada sejumlah layanan dengan kelas eksekutif hingga ekonomi. Sarana yang digunakan mencakup kereta Stainless Steel New Generation dan New Image.
Berikut daftar perjalanan yang mendapatkan penambahan rangkaian pada 7 September 2026:
- KA 2B Anggrek, relasi Gambir–Surabaya Pasarturi, mendapat tambahan menjadi 9 kereta eksekutif dengan sarana Eksekutif Stainless Steel New Generation.
- KA 204 Tegal Bahari, relasi Pasarsenen–Tegal, mendapat penambahan kapasitas menjadi 4 kereta eksekutif dan 7 kereta ekonomi dengan sarana Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation.
- KA 203 Tegal Bahari, relasi Tegal–Pasarsenen, mendapat penambahan kapasitas menjadi 4 kereta eksekutif dan 7 kereta ekonomi dengan sarana Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation.
- KA 164A Gumarang, relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi, mendapat penambahan kapasitas menjadi 4 kereta eksekutif dan 7 kereta ekonomi dengan sarana Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation.
- KA 117B Gunung Jati, relasi Cirebon–Gambir, mendapat penambahan kapasitas dengan sarana Eksekutif dan Ekonomi New Image.
- KA 118B Gunung Jati, relasi Gambir–Semarang Tawang.
- KA 119B Gunung Jati, relasi Semarang Tawang–Gambir.
- KA 120B Gunung Jati, relasi Gambir–Cirebon.
Untuk rangkaian KA Gunung Jati, kapasitas ditambah menjadi 5 kereta eksekutif dan 5 kereta ekonomi dengan jenis sarana Eksekutif dan Ekonomi New Image.
KAI Daop 6 Tambah Perjalanan dari Jogja
Selain menambah rangkaian pada sejumlah kereta jarak jauh, KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyiapkan dua perjalanan kereta api tambahan.
Penambahan perjalanan tersebut menjadi pilihan mobilitas masyarakat di tengah terganggunya transportasi udara.
Berikut dua perjalanan kereta tambahan yang disiapkan KAI Daop 6 Yogyakarta:
- KA Tambahan Yogyakarta-Gambir
Relasi Yogyakarta–Gambir ini berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB. - KA Tambahan Malang-Gambir
Kereta ini melayani relasi Malang–Kertosono–Solo–Yogyakarta–Gambir. Kereta berangkat dari Malang pukul 20.15 WIB, tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 02.32 WIB, kemudian berangkat kembali pada pukul 02.37 WIB.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan penambahan perjalanan tersebut merupakan bentuk kesiapan KAI menyediakan alternatif mobilitas bagi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan di tengah adanya hambatan kondisi alam yang berdampak terhadap perjalanan udara.
KAI Ingatkan Pelanggan Cek Jadwal
Anne menjelaskan KAI terus memastikan kesiapan layanan melalui pengaturan sarana, prasarana, dan operasional perjalanan agar pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman.
“KAI mengimbau pelanggan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan jadwal keberangkatan, ketersediaan tiket, hingga mengikuti informasi terbaru melalui Access by KAI, situs resmi KAI, maupun kanal informasi resmi lainnya,” kata Anne.
Di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, KAI juga mengimbau pelanggan menjaga kesehatan selama perjalanan.
Penggunaan masker dapat dilakukan apabila diperlukan, terutama bagi pelanggan yang memiliki sensitivitas terhadap paparan abu vulkanik maupun kualitas udara di wilayah terdampak.
Dengan tambahan rangkaian dan perjalanan tersebut, masyarakat memiliki alternatif transportasi kereta api untuk mendukung mobilitas di tengah kondisi perjalanan udara yang terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
3
















































