Harianjogja.com, JOGJA— Mobil bergetar saat berkendara tidak selalu sekadar gangguan kecil. Getaran yang muncul setelah kendaraan melewati kemacetan panjang, berhenti dalam kondisi mesin menyala, mulai berjalan, melaju, atau mengerem dapat menjadi tanda adanya masalah pada sejumlah komponen kendaraan.
Dalam kondisi lalu lintas padat dengan pola stop and go, kendaraan bekerja lebih sering dibandingkan perjalanan normal. Karena itu, pengemudi perlu memperhatikan perubahan yang muncul pada mobil, terutama jika getaran terasa semakin kuat atau muncul berulang.
Getaran ringan memang tidak selalu berarti kerusakan serius. Namun, kondisi tersebut patut diperiksa apabila dibarengi suara yang tidak biasa, kendaraan kehilangan tenaga, atau lampu indikator pada dasbor menyala.
Mobil Bergetar Saat Berhenti
Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah ketika mobil bergetar saat berhenti dengan mesin tetap menyala atau dalam kondisi idle.
Getaran pada situasi tersebut dapat berkaitan dengan kondisi mesin, termasuk engine mounting. Gejalanya juga bisa terasa lebih kuat ketika AC dinyalakan karena mesin mendapatkan tambahan beban kerja.
Jika getaran hanya muncul sesekali dan intensitasnya sangat ringan, pengemudi tidak perlu langsung panik. Namun, getaran yang semakin kuat, berlangsung terus-menerus, atau disertai suara mesin yang tidak normal sebaiknya segera diperiksa.
Getaran Muncul Saat Mobil Mulai Melaju
Berbeda dengan kondisi ketika mobil berhenti, getaran yang terasa ketika kendaraan mulai berjalan dapat berasal dari sistem penggerak atau transmisi.
Pada mobil manual, misalnya, getaran dapat muncul ketika kopling mulai bekerja. Sementara pada mobil dengan transmisi matik, sumber masalahnya dapat berbeda.
Karena terdapat sejumlah kemungkinan penyebab, pengemudi sebaiknya tidak langsung menyimpulkan kerusakan hanya berdasarkan satu gejala. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui komponen yang bermasalah.
Setir dan Bodi Bergetar Saat Melaju
Getaran yang baru terasa ketika mobil sudah berjalan juga perlu mendapat perhatian. Dalam kondisi ini, pengemudi dapat memeriksa kondisi ban dan roda.
Tekanan ban yang tidak sesuai, roda yang tidak balance, maupun ban yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan kendaraan bergetar ketika melaju.
Kondisi jalan turut berpengaruh. Jalan berlubang atau permukaan yang tidak rata dapat memperburuk masalah, terlebih jika mobil sebelumnya berkali-kali menghantam lubang atau melewati jalan dengan kondisi buruk.
Mobil Bergetar Ketika Direm
Pengemudi juga perlu waspada apabila getaran baru muncul ketika pedal rem diinjak.
Getaran saat pengereman tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai kondisi normal. Salah satu kemungkinan penyebabnya berkaitan dengan komponen sistem pengereman, termasuk cakram atau bagian lainnya.
Karena rem merupakan komponen penting dalam keselamatan berkendara, gejala yang muncul ketika pengereman sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan.
Kapan Mobil Perlu Ditowing?
Masalahnya, pengemudi sering kali baru menyadari adanya gangguan ketika gejala kendaraan sudah semakin parah. Selama mobil masih dapat berjalan, sebagian orang memilih meneruskan perjalanan meskipun sudah merasakan getaran yang tidak biasa.
Keputusan tersebut perlu dipertimbangkan kembali, terutama apabila getaran muncul bersama gejala lain. Memaksakan kendaraan tetap berjalan dapat meningkatkan risiko, khususnya ketika mobil berada di tengah kemacetan, perjalanan luar kota, atau ruas jalan yang jauh dari bengkel.
CEO Garasi.id, Ardy Alam, mengatakan pengemudi perlu mengetahui perbedaan antara kendaraan yang masih memungkinkan dibawa sendiri menuju bengkel dengan kendaraan yang sudah membutuhkan bantuan di lokasi.
“Apabila getaran semakin parah, kendaraan kehilangan tenaga, muncul suara tidak normal, atau terdapat indikasi lain yang membuat mobil tidak aman untuk melanjutkan perjalanan, evakuasi menggunakan towing dapat menjadi pilihan yang lebih aman,” kata dia melalui keterangan tertulis, Senin (7/9).
Menurut Ardy, situasi darurat di jalan juga dapat membuat pengemudi kebingungan mencari layanan towing. Karena itu, memiliki referensi penyedia jasa yang mempunyai jaringan partner towing secara nasional dapat menjadi salah satu pertimbangan.
“Layanan kami misalnya. Towing Express Garasi.id bisa mengantarkan kendaraan ke lokasi yang diinginkan dengan biaya layanan yang dihitung berdasarkan jarak antar,” kata Ardy.
Ia juga mengingatkan pengemudi untuk memperhatikan aspek perlindungan ketika memilih layanan towing. Menurut dia, layanan bantuan tidak hanya dibutuhkan untuk mengangkut kendaraan, tetapi juga memberikan rasa aman ketika pengemudi menghadapi situasi tidak terduga.
“Di kami ada yang namanya Asisten Darurat yang dirancang memberikan rasa tenang ketika menghadapi berbagai situasi tak terduga di jalan, tanpa perlu khawatir mencari bantuan saat kondisi darurat terjadi. Dengan biaya berlangganan Rp500.000, pelanggan akan mendapatkan perlindungan selama 12 bulan dengan hingga 3 kali penggunaan layanan,” kata Ardy.
Dengan demikian, getaran pada mobil sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan sepele. Kapan getaran muncul menjadi petunjuk penting, karena gejala saat idle, mulai berjalan, melaju, dan mengerem dapat mengarah pada komponen yang berbeda.
Pengemudi juga perlu mempertimbangkan kondisi keseluruhan kendaraan. Jika getaran semakin kuat dan disertai kehilangan tenaga, suara tidak normal, atau tanda lain yang membuat kendaraan dirasa tidak aman, menghentikan perjalanan dan meminta bantuan dapat menjadi pilihan yang lebih bijak dibandingkan memaksakan mobil tetap berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

2 hours ago
3
















































