Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang

3 hours ago 3

Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang

Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA/HO-Nindya Karya

Harianjogja.com, SRAGEN—Seorang siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Sragen meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen, Minggu (6/9/2026). Siswi berinisial ANF, pelajar Kelas XI A SRT Sragen yang berlokasi di Kecamatan Mondokan, sebelumnya mengalami demam, muntah, hingga kejang sebelum akhirnya mendapat perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen, Yuniarti, membenarkan kabar meninggalnya salah satu siswi SRT Sragen tersebut. Menurutnya, ANF memiliki riwayat sakit kelenjar tiroid sebelum masuk ke SRT dan selama berada di sekolah telah tiga kali menjalani pemeriksaan serta mendapatkan pengobatan di rumah sakit.

"Dia sebelum di SRT mempunyai riwayat sakit kelenjar tiroid. Selama di SRT, dia sudah tiga kali diperiksakan ke rumah sakit (RS) dan diberikan pengobatan. Selama di SRT, dia aktif dan ceria, tidak menunjukkan kalau sakit. Sepekan terakhir dia mengalami flu dan demam sudah diperiksakan ke Puskesmas Mondokan dan mendapatkan obat," ujar Yuniarti dalam pesan singkat kepada Espos, Minggu malam.

Kondisi Siswi Memburuk Setelah Pulang

Kondisi ANF kembali mengalami perubahan pada Sabtu (5/9/2026) pagi. Saat itu, siswi tersebut kembali mengalami demam dan kemudian diperiksakan ke Puskesmas Mondokan.

Pada sore hari, ANF masih mengalami demam. Namun, ia menolak ketika hendak dibawa kembali ke puskesmas dan meminta izin untuk pulang. Pihak sekolah kemudian menghubungi orang tua ANF.

Sekitar pukul 21.00 WIB, ANF dijemput oleh orang tuanya. Yuniarti mengatakan kondisi ANF ketika dijemput masih terlihat ceria dan senang bertemu orang tuanya.

"Pada saat penjemputan orang tua anak masih ceria, senang dijemput oleh orang tuanya," jelas dia.

Setelah sampai di rumah, ibu ANF memberikan obat penurun panas yang sebelumnya diperoleh dari puskesmas. Orang tua sempat mengira kondisi demamnya telah menurun karena tidak ada keluhan lain.

Namun, kondisi tersebut berubah pada malam hari. ANF mengalami muntah berulang hingga akhirnya kembali mendapatkan penanganan medis pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Mengalami Kejang dan Dirujuk ke RSSP Sragen

Menurut Yuniarti, ANF dibawa ke puskesmas setelah mengalami muntah-muntah sepanjang malam. Dari fasilitas kesehatan tersebut, siswi itu kemudian dirujuk ke RSSP Sragen karena mengalami kejang-kejang.

"Namun, kata ibunya, dia muntah muntah terus pada malam itu. Lalu subuh, Minggu (6/9/2026), anak dibawa ke puskesmas dan selanjutnya dirujuk ke RSSP Sragen karena anak mengalami kejang-kejang," ujar Yuniarti.

Sesampainya di RSSP Sragen, tim medis melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab sakit yang dialami ANF. Yuniarti mengatakan kondisi siswi tersebut sempat terlihat ceria ketika berada di rumah sakit.

Akan tetapi, sekitar pukul 13.00 WIB, kondisi ANF kembali menurun. Ia kembali mengalami kejang sebelum akhirnya meninggal dunia sekitar satu jam kemudian.

ANF dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.00 WIB. Berdasarkan keterangan Polsek Mondokan, jenazah siswi tersebut kemudian dimakamkan setelah Magrib.

Sekolah Benarkan Kronologi Rujukan

Kepala SRT Sragen, Giyatno, turut membenarkan bahwa salah satu siswanya meninggal dunia di RSSP Sragen. Ia mengatakan siswi tersebut sebelumnya mengalami demam dan flu serta telah diperiksakan ke Puskesmas Mondokan pada Sabtu.

"Malam Minggu, siswa minta dijemput orang tua untuk pulang dulu. Lalu Minggu pagi, siswa diperiksa ke Puskesmas Mondokan tetapi penuh, kemudian dirujuk ke Puskesmas Sukodono. Lalu dari puskesmas Sukodono dirujuk ke RSUD Sragen," jelas dia.

Menurut Giyatno, setelah mendapat rujukan, ANF masuk ke IGD RSSP Sragen untuk menjalani pemeriksaan. Siswi tersebut kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap sekitar pukul 13.00 WIB.

"Lalu siswa meninggal pukul 14.00 WIB di RSUD Sragen," kata dia.

Keterangan dari Dinsos Sragen dan pihak SRT Sragen menunjukkan ANF sempat mendapatkan pemeriksaan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit. Riwayat sakit kelenjar tiroid yang dimiliki ANF sebelum masuk SRT juga disebut telah diketahui, sementara selama berada di SRT ia disebut tetap aktif dan ceria.

Kondisi kesehatan ANF kemudian berubah dalam sepekan terakhir ketika mengalami flu dan demam. Pada Sabtu (5/9/2026), demam kembali muncul, sebelum pada malam harinya siswi tersebut mengalami muntah berulang dan pada Minggu pagi mengalami kejang hingga harus dirujuk ke RSSP Sragen.

ANF akhirnya meninggal dunia pada Minggu (6/9/2026) pukul 14.00 WIB setelah sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news