Newswire Senin, 07 September 2026 11:47 WIB

Ilustrasi anak-anak tengah belajar membaca/magnific
Harianjogja.com, JAKARTA—Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) ikut mengubah pola interaksi anak di lingkungan sekolah. Guru SD sekaligus Co-Founder Smartick Indonesia, Galih Sulistyaningra, menyebut fenomena anak yang mengalami socially awkward kini semakin banyak ditemui.
Socially awkward merujuk pada kondisi ketika seseorang merasa canggung, kikuk, atau tidak nyaman dalam situasi sosial maupun saat berinteraksi dengan orang lain.
Kondisi tersebut dapat terlihat melalui kesulitan memulai percakapan, membangun hubungan, hingga menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.
"Berbicara tentang perkembangan tekonologi dan socially awkward, murid-murid saya juga banyak yang mengalami hal tersebut," katanya dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Smartphone Mengubah Pola Interaksi Anak
Menurut Galih, perkembangan teknologi dan AI merupakan sesuatu yang sulit dihindari. Terlebih, penetrasi smartphone di kalangan anak semakin luas.
Kondisi tersebut dapat membuat anak lebih banyak berinteraksi dengan perangkat digital dan pada kondisi tertentu mengurangi interaksi mereka dengan lingkungan serta dunia nyata.
Namun, guru maupun orang tua dinilai tidak seharusnya hanya menyalahkan perkembangan teknologi atas perubahan pola interaksi tersebut.
Rumah dan ruang kelas justru menjadi lingkungan awal bagi anak untuk membentuk cara pandang terhadap teknologi yang terus berkembang, sekaligus belajar menggunakannya secara bijak.
Empati Anak Perlu Dibangun dari Lingkungan Terdekat
Di tengah perkembangan teknologi, Galih menilai hubungan, koneksi, dan interaksi antarmanusia tetap memiliki peran penting.
Rasa empati dan kepedulian terhadap anak, menurut dia, dapat mulai dibangun dari lingkungan terdekat, terutama rumah dan ruang kelas.
Karena itu, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Orang tua dan orang-orang dewasa lain di sekitar anak juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kemampuan bersosialisasi, empati, dan kepedulian.
"Kita sering mendengar bahwa dibutuhkan satu kampung untuk membesarkan seorang anak. Bahkan mungkin dibutuhkan satu negara atau satu dunia untuk kita bergandengan tangan mengatasi ini," imbuhnya.
Percakapan di Kelas Tak Bisa Digantikan AI
Galih juga menilai diskusi dan percakapan perlu terus dihadirkan di dalam kelas. Komunikasi dan interaksi langsung dinilai menjadi cara bagi orang dewasa untuk membangun kedekatan dengan anak.
Ia meyakini percakapan serta pertemuan tatap muka antarmanusia tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh AI.
Teknologi tersebut memang dapat membantu merangkum atau menyintesis hasil percakapan. Namun, kesan, kepercayaan, kredibilitas, serta gagasan yang muncul tetap terbentuk melalui koneksi antarmanusia.
AI Tetap Bisa Membantu Guru Mengajar
Meski menyoroti tantangan perubahan gaya hidup anak, Galih menilai dunia pendidikan juga perlu beradaptasi dengan perkembangan AI.
Saat ini dirinya turut mengembangkan platform pembelajaran matematika adaptif berbasis AI yang dirancang untuk membuat proses belajar lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Pemanfaatan teknologi tersebut salah satunya ditujukan untuk membantu guru yang selama ini harus menangani sekitar 30 murid dalam satu kelas dengan kebutuhan belajar yang beragam.
Perbedaan kemampuan dan kebutuhan setiap anak membuat pendekatan pembelajaran yang diberikan tidak selalu dapat diseragamkan.
Galih menegaskan pemanfaatan AI dalam pendidikan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan membantu meringankan beban mereka.
Teknologi diharapkan dapat mendukung guru dalam mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar siswa sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berjalan lebih efektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
2
















































