PADANG, KLIKPOSITIF Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menilai Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026 bukan sekadar ajang kompetisi bagi para santri, tetapi menjadi momentum strategis dalam membentuk generasi Qurani yang religius, cerdas, sehat, berkarakter dan berakhlak mulia.
Hal itu disampaikan Maigus Nasir saat menghadiri pembukaan Porsadin ke-VII Tingkat Provinsi Sumbar di pelataran Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (5/9/2026) pagi.
Menurut Maigus, kegiatan yang mempertemukan ratusan santri dari berbagai daerah di Sumatera Barat tersebut memiliki nilai penting dalam memperkuat pendidikan agama sekaligus menanamkan karakter kepada generasi muda sejak usia dini.
“Penguatan agama dan budaya merupakan bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat Minangkabau yang berpegang pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Porsadin selaras dengan program Smart Surau, sekaligus momentum untuk melahirkan generasi Rabbani yang mencintai agama dan berakhlak mulia,” ujar Maigus.
Ia mengatakan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik. Generasi muda juga harus memiliki fondasi agama yang kuat sehingga mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan budaya.
Dalam konteks tersebut, Maigus menyebut Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan pembinaan keagamaan melalui berbagai program, salah satunya Program Unggulan (Progul) Smart Surau.
Program tersebut, kata dia, diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi masjid dan musala sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan karakter, pembinaan generasi muda serta pengembangan potensi anak.
“Pemko Padang menyiapkan masjid dan musala serta seluruh rumah ibadah, termasuk nonmuslim, menjadi smart untuk melahirkan generasi yang smart. Inilah yang disebut dengan program Smart Surau,” katanya.
Maigus menjelaskan, Smart Surau tidak hanya dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas keagamaan di rumah ibadah, tetapi juga menjadikan rumah ibadah sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda.
Karena itu, Pemko Padang menyiapkan dukungan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembinaan ibadah dan kegiatan keagamaan. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui program 3T bagi siswa SMP, yakni Tahsinul Qur’an, Tafsirul Qur’an dan Tahfizul Qur’an.
Selain itu, Pemko Padang juga mengembangkan program Remaja Masjid Reborn untuk memberikan ruang kepada anak-anak dan remaja dalam mengembangkan minat, bakat serta potensi mereka melalui berbagai aktivitas positif di lingkungan masjid.
Menurut Maigus, semangat yang dibawa Porsadin sangat relevan dengan arah pembinaan tersebut. Para santri tidak hanya diajak menguasai ilmu agama, tetapi juga diberi kesempatan menunjukkan kemampuan dalam bidang seni, olahraga, komunikasi dan keterampilan lainnya.
“Porsadin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berprestasi. Di sini mereka belajar disiplin, sportivitas, percaya diri, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap agama,” ujarnya.
Ia berharap Porsadin dapat terus dikembangkan sebagai agenda pembinaan santri yang mampu mempererat silaturahmi antardaerah. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian juara, tetapi memberikan pengalaman dan pembentukan karakter yang dapat dibawa para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Diikuti 333 Santri
Porsadin ke-VII Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2026 digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumbar bersama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sumbar.
Sebanyak 333 santri dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumbar ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka akan mengikuti 13 cabang olahraga dan seni yang dirancang untuk mengasah kemampuan keagamaan, intelektual, seni maupun fisik.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar Mustafa mengatakan Porsadin merupakan wadah penting untuk mengembangkan potensi para santri sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan sejak dini.
“Porsadin menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat, meningkatkan prestasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan. Kita berharap kegiatan ini melahirkan generasi Sumbar yang qurani, cerdas, berakhlak mulia, sehat, dan mampu menjadi penerus bangsa,” ujar Mustafa.
Ia menilai keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dalam memberikan penguatan pendidikan agama kepada generasi muda. Karena itu, kegiatan yang mempertemukan para santri dari berbagai daerah perlu terus didorong agar menjadi ruang pembinaan sekaligus kompetisi yang sehat.
Selain mengejar prestasi, Mustafa berharap para peserta mampu menjadikan Porsadin sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan, memperluas persaudaraan dan memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai agama.
Pertandingkan 13 Cabang
Ketua Panitia Penyelenggara Porsadin ke-VII Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2026, Syaiful Zuhri, mengatakan kegiatan tahun ini mengusung tema “Generasi Qurani Istiqamah dalam Berakidah, Berakhlakul Karimah serta Cerdas, Sehat, Kuat Jasmani dan Rohani.”
Menurut Syaiful, tema tersebut menggambarkan tujuan utama pelaksanaan Porsadin, yakni membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mempunyai karakter, kesehatan fisik dan mental serta semangat berprestasi.
“Porsadin bertujuan menggali dan mengembangkan potensi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) melalui bakat dan minat, memacu semangat berprestasi, mempererat silaturahmi antar-MDTA, sekaligus memperkuat peran, fungsi dan posisi FKDT sebagai wadah ikatan silaturahim MDTA,” kata Syaiful.
Sebanyak 13 cabang diperlombakan dalam Porsadin kali ini. Cabang tersebut terdiri atas Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Hifzil Qur’an, Murottal wal Imla, Cerdas Cermat, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Puisi Islami, Salawat, Kaligrafi, Azan, Lari Sprint 100 Meter, Bulu Tangkis dan Tenis Meja.
Ragam cabang tersebut menunjukkan bahwa Porsadin tidak hanya memberikan ruang bagi santri yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan, tetapi juga bagi mereka yang memiliki bakat dalam bidang seni dan olahraga.
Pembukaan Porsadin turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Padang, para Kepala Kantor Kementerian Agama se-Sumbar, Pengurus Wilayah FKDT Sumbar, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Yasril, Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari, serta Plt Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis.
Kehadiran berbagai unsur tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap penguatan pendidikan diniyah dan pembinaan generasi muda di Sumatera Barat.
Bagi Pemerintah Kota Padang, Porsadin menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan generasi muda tumbuh dengan keseimbangan antara kecerdasan, kemampuan, kesehatan jasmani, serta kekuatan spiritual.
Semangat tersebut sejalan dengan filosofi masyarakat Minangkabau yang menempatkan agama dan budaya sebagai fondasi kehidupan. Melalui penguatan pendidikan diniyah, aktivitas masjid dan berbagai program pembinaan generasi muda, diharapkan lahir generasi yang mampu berprestasi tanpa meninggalkan nilai agama dan karakter.
Dengan demikian, panggung Porsadin bukan hanya tempat para santri memperebutkan medali dan penghargaan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang untuk menanamkan kepercayaan diri, persaudaraan, sportivitas dan nilai-nilai keislaman yang diharapkan menjadi bekal para santri dalam melanjutkan perjalanan sebagai generasi penerus Sumatera Barat.

2 hours ago
2

















































