Jumali Jum'at, 07 Agustus 2026 19:47 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Asia. Timnas Indonesia berpotensi kehilangan salah satu pesaingnya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 setelah India dikabarkan mempertimbangkan mundur dari turnamen tersebut. Federasi Sepak Bola India (AIFF) disebut lebih memprioritaskan laga uji coba melawan raksasa Brasil yang jadwalnya bersinggungan dengan ajang bergengsi di Asia Tenggara itu .
India yang berstatus sebagai negara undangan dijadwalkan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Indonesia pada 24 September hingga 3 Oktober 2026. Tim berjuluk Macan Biru itu tergabung di Grup A Divisi 1 bersama Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura . Namun, bentrokan jadwal dengan laga persahabatan kontra Brasil di Kolkata pada 3 Oktober—yang bertepatan dengan hari terakhir turnamen—memaksa AIFF untuk menentukan pilihan .
Prioritas Brasil: "Pertandingan Terbesar" Sepanjang Sejarah India
AIFF menilai laga melawan Brasil sebagai salah satu pertandingan terbesar yang pernah diselenggarakan federasi tersebut. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Salt Lake, Kolkata, ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya tim senior Brasil akan bermain di India . Brasil, yang saat ini menempati peringkat kelima dunia, menjadi lawan dengan peringkat tertinggi yang pernah dihadapi India sejak peringkat FIFA diperkenalkan pada 1992 .
Untuk menyukseskan laga bertaraf internasional ini, AIFF dikabarkan menyiapkan paket pendanaan senilai 60–70 crore rupee atau sekitar Rp111,3 miliar hingga Rp129,9 miliar yang berasal dari sponsor, penjualan tiket, serta dukungan Pemerintah Benggala Barat .
Penolakan FIFA dan Skenario Pengunduran Diri
Rumor pengunduran diri India semakin menguat setelah FIFA dikabarkan tidak merestui rencana India untuk menurunkan tim U-23 atau tim lapis kedua di FIFA ASEAN Cup . Padahal, sejak awal, AIFF berencana mengirimkan skuad berbeda untuk dua ajang tersebut—tim utama untuk menghadapi Brasil dan tim pelapis untuk ASEAN Cup .
Jika FIFA tetap pada pendiriannya, India terpaksa harus memilih salah satu di antara dua agenda tersebut. Opsi mundur dari FIFA ASEAN Cup pun menjadi skenario yang paling mungkin terjadi . Hal ini tentu akan mengubah peta persaingan di Grup A yang sebelumnya dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, dan India .
Kritik Pedas Bhaichung Bhutia: "ASEAN Cup Jauh Lebih Bermanfaat"
Rencana pengunduran diri India mendapat kritik tajam dari mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia. Legenda sepak bola India yang juga anggota Komite Eksekutif AIFF itu menilai keputusan mengorbankan turnamen kompetitif demi satu laga persahabatan adalah langkah yang keliru .
"Saya sangat menegaskan tim utama harus bermain di FIFA ASEAN Cup. Itu kompetisi yang jauh lebih baik daripada Piala SAFF. Tiga atau empat pertandingan kompetitif jauh lebih bermanfaat bagi perkembangan pemain," ujar Bhutia dikutip dari Khel Now, Jumat (7/8/2026) .
Bhutia mengakui bahwa laga melawan Brasil adalah kesempatan besar, namun ia menilai waktu pelaksanaannya tidak tepat. "Brasil tetaplah Brasil dan tentu bagus melawan mereka. Namun waktunya tidak tepat. Anda hanya memainkan satu pertandingan. Apa manfaatnya bagi perkembangan jangka panjang tim nasional?" tegasnya .
Menurut Bhutia, keikutsertaan di FIFA ASEAN Cup akan memberikan tiga hingga empat pertandingan kompetitif melawan tim-tim Asia Tenggara yang memiliki peringkat lebih baik atau setara dengan India. Selain nilai kompetitif, turnamen ini juga menawarkan hadiah partisipasi hingga USD 125.000 atau sekitar Rp1,9 miliar dan hadiah juara USD 1 juta atau sekitar Rp15,2 miliar .
Kondisi Keuangan AIFF Jadi Sorotan
Kritik Bhutia juga menyoroti kondisi keuangan AIFF yang sedang tidak baik-baik saja. Federasi saat ini mengalami defisit hingga Rp14 crore atau sekitar Rp25,9 miliar . Sementara itu, untuk menggelar laga melawan Brasil, AIFF harus membayar uang muka terlebih dahulu yang nantinya akan diganti oleh pihak ketiga—sebuah langkah yang dinilai Bhutia berisiko .
"Apakah kita harus berkomitmen membayar untuk pertandingan melawan Brasil? Bagaimana jika keadaan tidak berjalan sesuai rencana dan kita tidak mendapatkan penggantian biaya?" tanya Bhutia .
Keputusan Final AIFF: Dua Skuad Terpisah
Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan AIFF akhirnya mengambil keputusan. Setelah melalui rapat Komite Eksekutif pada Kamis (6/8/2026), AIFF memutuskan untuk menurunkan dua skuad berbeda—satu untuk FIFA ASEAN Cup dan satu lagi untuk laga melawan Brasil . AIFF akan secara resmi memberitahu FIFA bahwa India akan berpartisipasi di kedua kompetisi tersebut dengan skuad yang terpisah .
"Komite Eksekutif mengakui pertandingan melawan Brasil, yang akan dimainkan selama FIFA International Match Window, sebagai kesempatan unik untuk memberikan pengalaman berharga bagi para pemain India," demikian pernyataan resmi AIFF .
Keputusan ini menepis kekhawatiran akan pengunduran diri India, setidaknya untuk saat ini. Namun, belum diketahui apakah FIFA akan menyetujui skema dua skuad terpisah yang diajukan AIFF .
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































