Harianjogja.com, JOGJA—Perkembangan kecerdasan buatan (AI) generatif mulai mengubah peta persaingan industri ritel global. Jika sebelumnya konsumen mengandalkan mesin pencari untuk menemukan produk, kini semakin banyak orang menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Gemini, hingga Claude untuk mencari rekomendasi sebelum berbelanja.
Perubahan perilaku konsumen tersebut memaksa perusahaan ritel besar melakukan penyesuaian strategi digital. Mereka tidak hanya berlomba meningkatkan visibilitas produk di platform AI, tetapi juga berupaya memastikan transaksi tetap dilakukan melalui situs resmi perusahaan.
Raksasa ritel seperti Walmart, Ulta Beauty, dan Wayfair menjadi contoh perusahaan yang mulai mengoptimalkan tampilan situs, struktur informasi produk, hingga deskripsi barang agar lebih mudah dipahami oleh sistem AI. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengunjung yang datang dari chatbot dan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan.
Meski demikian, para pelaku industri menilai data pelanggan tetap menjadi aset paling berharga. Riwayat pencarian, kebiasaan belanja, nilai transaksi, hingga preferensi produk dianggap sebagai fondasi penting untuk membangun loyalitas konsumen dan meningkatkan penjualan jangka panjang.
Head of Digital and E-Commerce Ulta Beauty, Josh Friedman, mengatakan perusahaannya berupaya hadir di setiap platform yang digunakan pelanggan.
“Kami selalu ingin berada di mana pun pelanggan kami berada,” ujarnya seperti dikutip Reuters.
Menurut Friedman, konsumen yang menemukan produk melalui ChatGPT maupun Gemini menunjukkan tingkat minat beli dan konversi yang lebih tinggi dibandingkan kanal pemasaran digital lainnya. Karena itu, Ulta kini menjalin kerja sama dengan Google untuk mengintegrasikan program loyalitas serta fitur keranjang belanja ke dalam pengalaman pengguna Gemini.
AI Mengubah Perjalanan Konsumen
Laporan terbaru menunjukkan pengaruh AI terhadap sektor perdagangan elektronik terus meningkat. Juniper Research memperkirakan nilai transaksi yang dipengaruhi agen AI akan mencapai miliaran dolar AS sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Adobe Analytics mencatat sekitar 41% konsumen di Amerika Serikat telah menggunakan AI generatif untuk membantu aktivitas belanja online pada pertengahan 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar alat pencarian informasi, tetapi mulai menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan konsumen sebelum membeli produk.
Menariknya, pengunjung yang berasal dari platform AI menghasilkan pendapatan per kunjungan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna dari kanal pencarian konvensional. Trafik dari AI juga mengalami pertumbuhan pesat dalam setahun terakhir dengan tingkat konversi yang jauh lebih baik dibandingkan trafik non-AI.
Direktur Adobe Digital Insights, Vivek Pandya, menilai perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan harus segera menyesuaikan strategi digital mereka.
Menurutnya, banyak situs ritel masih belum sepenuhnya dapat dibaca oleh mesin AI sehingga berpotensi kehilangan peluang untuk muncul dalam rekomendasi chatbot.
Situs Resmi Tetap Jadi Tujuan Akhir
Meski AI semakin berperan dalam proses pencarian produk, sebagian besar perusahaan tidak ingin menyerahkan seluruh pengalaman berbelanja kepada platform pihak ketiga.
Peritel tetap berupaya mengarahkan pelanggan kembali ke situs resmi mereka untuk menyelesaikan transaksi. Strategi ini dianggap penting agar perusahaan tetap memiliki kendali atas data pelanggan serta hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Pendekatan serupa juga diterapkan oleh Amazon Web Services (AWS). Perusahaan tersebut mendorong klien ritelnya memanfaatkan AI sebagai kanal pemasaran baru, namun tetap menjadikan situs resmi sebagai pusat aktivitas perdagangan.
Platform perencanaan pernikahan The Knot juga mengambil langkah yang sama. Mereka mengoptimalkan situs agar vendor yang terdaftar mudah ditemukan melalui ChatGPT, tetapi proses pemesanan tetap dilakukan melalui platform milik perusahaan.
Di sisi lain, OpenAI juga disebut mulai mengurangi fokus pada sistem pembelian langsung melalui ChatGPT dan lebih mendorong merchant menggunakan mekanisme pembayaran mereka sendiri.
Chief Product and Technology Officer Etsy, Rafe Colburn, mengungkapkan sebagian besar pengguna yang menemukan produk melalui ChatGPT pada akhirnya tetap kembali ke situs Etsy untuk menyelesaikan pembelian.
Persaingan Baru Industri Ritel
Fenomena ini menunjukkan bahwa AI mulai berfungsi sebagai pintu masuk baru dalam perjalanan konsumen. Jika sebelumnya mesin pencari menjadi gerbang utama menemukan produk, kini chatbot AI mengambil peran yang semakin besar dalam memberikan rekomendasi yang lebih personal.
Bagi pelaku industri ritel, tantangan ke depan bukan hanya memastikan produk mereka muncul dalam jawaban AI, tetapi juga mempertahankan hubungan langsung dengan pelanggan.
Perubahan tersebut diperkirakan akan mendorong lahirnya strategi optimasi baru yang tidak hanya berfokus pada SEO tradisional, melainkan juga pada bagaimana informasi produk dapat dipahami dan direkomendasikan oleh sistem kecerdasan buatan.
Dengan pertumbuhan penggunaan AI yang terus meningkat, persaingan ritel global kini memasuki fase baru. Perusahaan yang mampu menguasai visibilitas di platform AI sekaligus mempertahankan data pelanggan berpotensi menjadi pemenang dalam era perdagangan digital berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
1

















































