Nadin Amizah Rilis Moonlight, Lagu Lama yang Buka Semesta Album Baru

1 hour ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Penyanyi dan penulis lagu Nadin Amizah resmi membuka babak baru dalam perjalanan musiknya melalui perilisan single terbaru berjudul Moonlight pada Jumat (7/8/2026). Lagu tersebut dirilis melalui label independen miliknya, Sorai, dan sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Bagi para pendengar setia Nadin, Moonlight bukanlah lagu yang sepenuhnya asing. Karya tersebut telah beberapa kali dibawakan dalam berbagai penampilan sejak awal kariernya, jauh sebelum Nadin memiliki album studio. Namun, selama bertahun-tahun lagu itu belum pernah direkam maupun dirilis secara resmi.

“Terutama zaman-zaman Sorai dan Rumpang, waktu belum punya album. Jadi setengah nostalgia,” ujar Nadin dalam keterangan resminya.

Perilisan Moonlight menjadi momen istimewa karena lagu tersebut ditulis Nadin ketika masih duduk di bangku SMA. Karena berasal dari fase awal kehidupannya sebagai penulis lagu, karya ini menghadirkan sisi berbeda yang belum banyak dikenal publik.

Pembuka Semesta Album Ketiga

Lebih dari sekadar single, Moonlight dipilih sebagai gerbang menuju album studio ketiga Nadin yang berjudul Laika, Yang Ditinggalkan.

Menurut Nadin, lagu ini dirancang untuk memperkenalkan dunia dan atmosfer yang akan menjadi fondasi utama album tersebut. Ia ingin pendengar mengenal semesta cerita terlebih dahulu sebelum masuk lebih jauh ke karakter utama yang menjadi inspirasi album.

“Sonically cocok banget buat memperkenalkan dunia Laika. Sebelum mengenal sosoknya, aku rasa kita harus tahu semestanya lebih dahulu. Dari situ, kita bisa lebih mengerti Laika sebagai subjek, berikut hal-hal yang mengikutinya,” jelas peraih empat penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) itu.

Pilihan tersebut sekaligus menunjukkan arah musikal baru yang tengah dieksplorasi Nadin dalam proyek terbarunya.

Lagu Berbahasa Inggris

Salah satu hal yang membuat Moonlight berbeda dari karya-karya Nadin sebelumnya adalah penggunaan bahasa Inggris secara penuh dalam liriknya.

Selama ini, Nadin dikenal melalui lagu-lagu berbahasa Indonesia dengan gaya penulisan puitis, emosional, dan penuh metafora. Namun, Moonlight lahir sebelum identitas musikal yang kini melekat pada dirinya terbentuk.

“Lagi-lagi, karena ini lagu lama. Ditulis waktu SMA, bahkan sebelum ‘Nadin Amizah’ seperti yang dikenal sekarang ada,” katanya.

Karena berasal dari masa yang berbeda, lagu tersebut mempertahankan bentuk aslinya tanpa banyak perubahan, termasuk penggunaan bahasa Inggris sebagai medium utama penyampaian cerita.

Libatkan 10 Produser

Dalam proses penggarapan album Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin melakukan eksplorasi yang lebih luas dibanding dua album sebelumnya.

Ia melibatkan sedikitnya 10 produser untuk membantu menerjemahkan konsep dan visi kreatif yang telah disiapkannya.

Khusus untuk Moonlight, Nadin mempercayakan Dissa Kamajaya sebagai kepala produksi yang bertugas membangun lanskap suara sesuai gambaran yang selama ini ia bayangkan.

Selain Dissa, sejumlah musisi dan produser ternama turut terlibat dalam proyek album tersebut, di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra atau Hindia, Enrico Octaviano, Otta Tarega, hingga Feby Putri.

Kolaborasi lintas kreator ini menjadi sinyal bahwa album terbaru Nadin akan menawarkan warna musik yang lebih beragam dan kaya eksplorasi.

Terinspirasi Kisah Laika

Nama Laika yang dipilih sebagai judul album memiliki latar belakang emosional yang kuat.

Laika merupakan nama seekor anjing betina yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa pada 1957. Hewan tersebut menjadi makhluk hidup pertama yang mengorbit Bumi, tetapi kemudian mati akibat kondisi ekstrem dalam misi tersebut.

Kisah tragis Laika meninggalkan kesan mendalam bagi Nadin dan menjadi inspirasi utama dalam pembangunan narasi albumnya.

“Kisah Laika punya impact yang cukup besar untukku. Terutama melihat bagaimana setiap makhluk berusaha mengisi kekosongan dalam dirinya, mendambakan cinta, mencari arti rumah, hingga satu waktu berubah menjadi amarah,” ungkapnya.

Tema-tema seperti kerinduan, kehilangan, pencarian rumah, dan kebutuhan akan cinta disebut akan menjadi benang merah dalam album tersebut.

Karier yang Terus Bersinar

Nadin Amizah mulai dikenal luas setelah merilis lagu Rumpang pada 2018. Sejak saat itu, namanya terus melejit melalui sejumlah karya populer seperti Sorai, Bertaut, Amin Paling Serius, hingga Rayuan Perempuan Gila.

Album debutnya, Selamat Ulang Tahun (2020), mendapat sambutan hangat dari publik dan kritikus musik. Kesuksesan tersebut berlanjut lewat album kedua Untuk Dunia, Cinta, & Kotornya yang dirilis pada 2023.

Perjalanan kariernya semakin mengukuhkan posisi Nadin sebagai salah satu solois perempuan paling berpengaruh di Indonesia. Pada 2025, ia tercatat sebagai artis perempuan Indonesia yang paling banyak didengarkan di Spotify.

Sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk empat piala AMI Awards, turut melengkapi pencapaiannya di industri musik Tanah Air.

Kini, melalui Moonlight, Nadin membuka pintu menuju fase kreatif baru. Lagu yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam memori panggung dan para penggemar akhirnya resmi menemukan rumahnya, sekaligus menjadi awal dari semesta besar yang akan dihadirkan dalam album Laika, Yang Ditinggalkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news