BANTUL—Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), Erwhin Irmawan, menargetkan STTKD mampu menjadi pusat unggulan di bidang kedirgantaraan dalam beberapa tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Erwhin dalam Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-31 STTKD pada April lalu.
"Dari Dies Natalis ke-31 ini, sesuai dengan temanya, kami berharap semua dapat bersinergi untuk terus berprestasi. Sinergi tersebut akan mempercepat langkah sekaligus menjadi jalan strategis dalam mencapai visi STTKD pada 2030," kata Erwhin.
Ia menjelaskan, visi tersebut diarahkan untuk menjadikan STTKD sebagai Center of Excellence di bidang penerbangan tingkat nasional. Fokusnya tidak hanya pada aspek pengajaran, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
"Artinya, segala bentuk kegiatan, baik pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, serta outcome dari STTKD, harus mampu memiliki daya saing di tingkat ASEAN," ujarnya.

Di sisi lain, Erwhin juga menyoroti dinamika global yang turut memengaruhi sektor penerbangan. Salah satunya adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat (BBM) yang berdampak pada operasional maskapai hingga harga tiket.
"Dengan kenaikan itu, tentu maskapai juga akan menaikkan tarifnya," ucapnya.
Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan kedirgantaraan. Karena itu, STTKD menekankan pentingnya kemampuan adaptif bagi para taruna dan taruni.
"Selain menguasai kemampuan teknis, mereka juga harus memiliki soft skill yang adaptif terhadap perubahan lingkungan dan dinamika global," katanya.
Terkait perkembangan teknologi, Erwhin menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Namun, penggunaannya tetap diarahkan sebagai alat bantu.
"Kami menerima karena suka atau tidak, AI akan tetap ada di dunia ini. Namun, AI hanya sebagai tools, bukan untuk menggantikan mereka," ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, menilai Dies Natalis harus dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus evaluasi institusi.
"Dies Natalis bukan hanya perayaan, tetapi juga menjadi evaluasi untuk menentukan langkah ke depan. STTKD merupakan perguruan tinggi yang besar dan telah melahirkan taruna-taruni yang mampu beradaptasi di tengah kondisi geopolitik serta perkembangan teknologi," katanya.
Ia berharap capaian tersebut terus ditingkatkan sehingga STTKD semakin berperan dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kedirgantaraan. (Advertorial)

4 hours ago
1

















































