Iran Tutup Selat Hormuz, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi AS

2 hours ago 1

Newswire

Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 13:47 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi AS

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik

Harianjogja.com, INTERNASIONAL— Iran menyatakan belum akan membuka Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran. Syarat tersebut mencakup penghentian ancaman terhadap Iran, operasi militer, hingga pencabutan sanksi dan blokade laut.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Mohammad Bagher Zolghadr, Minggu (9/8/2026). Ia menegaskan bahwa pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut bergantung pada perubahan sikap AS terhadap Iran.

“Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berhenti mengancam Republik Islam,” kata Zolghadr seperti dikutip Press TV.

Selain meminta AS menghentikan ancaman, pejabat senior Iran tersebut menyampaikan sejumlah persyaratan lain. Iran meminta penghentian operasi militer terhadap Teheran dan sekutunya, pencabutan sanksi, serta penghentian blokade laut.

Iran juga meminta pasukan AS ditarik dari wilayah di sekitar negara tersebut. Selain itu, Teheran menuntut adanya pembayaran kompensasi sebagai bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi sebelum Selat Hormuz dibuka kembali.

Trump Sebut Ada Kesepakatan Damai

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya telah membatalkan serangan terhadap Iran. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan adanya kesepakatan damai yang sedang dirintis antara kedua pihak.

Kesepakatan yang tengah dibicarakan tersebut mencakup pembukaan Selat Hormuz serta pembahasan mengenai program nuklir Iran.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (5/8/2026) menyatakan bahwa Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis mengenai rute pelayaran kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Kesepakatan mengenai rute pelayaran tersebut menjadi bagian penting mengingat posisi Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan energi yang sangat strategis. Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut dapat memberikan dampak luas terhadap perdagangan minyak dan gas dunia.

Mengenal Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Selat tersebut berada di antara Iran di sisi utara serta Uni Emirat Arab dan Oman di sisi selatan.

Pada titik tersempit, lebar Selat Hormuz hanya sekitar 33 kilometer. Meski relatif sempit, jalur perairan tersebut memiliki peran besar dalam distribusi energi dunia karena menjadi jalur utama kapal tanker yang mengangkut minyak dan gas dari negara-negara produsen di kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu chokepoint energi paling penting di dunia. Jutaan barel minyak mentah serta gas alam cair (LNG) melintasi kawasan tersebut setiap hari menuju berbagai pasar internasional, terutama negara-negara di Asia.

Posisi tersebut membuat Selat Hormuz memiliki nilai strategis dalam geopolitik global. Jalur tersebut bukan hanya berkaitan dengan kepentingan Iran dan negara-negara di sekitarnya, tetapi juga menyangkut pasokan energi dan stabilitas ekonomi dunia.

Gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan pasokan energi. Jika berlangsung dalam skala besar atau dalam waktu lama, gangguan tersebut juga dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan terhadap perekonomian global.

Karena itu, keputusan Iran untuk mempertahankan pembatasan terhadap Selat Hormuz menjadi perhatian negara-negara pengimpor energi. Perkembangan negosiasi antara Iran dan AS pun menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan kondisi jalur pelayaran strategis tersebut ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news