Sleman Jadi Percontohan, Jip Merapi Terapkan KTA dan Barcode

2 hours ago 1

Sleman Jadi Percontohan, Jip Merapi Terapkan KTA dan Barcode

Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri

Harianjogja.com, SLEMAN—Inovasi digital dalam pengelolaan wisata jip di Lereng Merapi terus diperkuat. Melalui penerapan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan sistem barcode, Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) menghadirkan layanan wisata yang lebih transparan, aman, dan terintegrasi secara digital.

Langkah ini dinilai menjadi pembeda utama pengelolaan jip wisata di Sleman dibandingkan daerah lain, termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sistem Barcode Tingkatkan Transparansi

 Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, menjelaskan sistem barcode memungkinkan setiap kendaraan jip terdata secara digital. Informasi penting seperti identitas pengemudi, pemandu wisata, hingga asosiasi dapat diakses langsung oleh wisatawan.

“Kalau di Sleman sudah ada barcode yang memuat identitas driver dan guide. Ini belum diterapkan di Bromo,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Melalui sistem ini, wisatawan juga dapat menyampaikan pengaduan secara real time. Cukup dengan memindai barcode, laporan akan langsung masuk ke sistem asosiasi sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, Dardiri, menambahkan inovasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan sektor perbankan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan layanan wisata.

“Scan barcode akan langsung menampilkan identitas driver, pemandu, dan asosiasi. Jika ada komplain, bisa langsung tercatat dalam sistem,” jelasnya.

KTA Jadi Identitas dan Akses Layanan

Selain barcode, AJWLM juga mengembangkan KTA sebagai identitas resmi anggota sekaligus akses ke berbagai layanan. Kartu ini bahkan dapat digunakan untuk mendukung transaksi tertentu dalam ekosistem wisata.

Saat ini, implementasi KTA telah berjalan optimal di kawasan Merapi sisi barat, sementara wilayah timur masih dalam tahap sosialisasi. Dari total sekitar 1.800 unit jip, sebagian besar telah terdata dalam sistem tersebut.

Sleman Jadi Percontohan Nasional

 Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan pengelolaan wisata jip harus memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan dijalankan secara berkelanjutan.

“Potensi ekonomi dari jip Merapi harus benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar,” katanya.

Inovasi ini pun mendapat apresiasi dari pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS, Bambang Suryono, menyebut sistem di Sleman lebih terstruktur, mulai dari legalitas hingga uji kelayakan kendaraan yang dilakukan secara berkala.

Menurutnya, sistem tersebut akan menjadi referensi dalam penguatan regulasi wisata jip di kawasan Bromo, terutama untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kepastian layanan wisatawan.

Dorong Standarisasi Wisata Jip

Dengan digitalisasi melalui KTA dan barcode, Sleman kini tidak hanya memperkuat tata kelola wisata, tetapi juga membuka peluang menjadi standar nasional dalam pengelolaan wisata jip berbasis teknologi.

Ke depan, sistem ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem wisata yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing tinggi di tengah meningkatnya minat wisata berbasis petualangan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news