Sekretaris BKKBN Termuda se-Indonesia Dedy Agustanto Resmi Raih Gelar Doktor Ilmu Lingkungan

3 hours ago 1

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF- Sekretaris Perwakilan Kemendukbangga / BKKBN Provinsi Sumatera Barat Dedy Agustanto resmi meraih gelar doktor ilmu lingkungan dari Universitas Negeri Padang. Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu, 19 Agustus 2026.

Setelah menyelesaikan studi pada Program Doktor Ilmu Lingkungan, Dedy Agustanto, S.Kom., M.PdT bertekad untuk terus mendedikasikan keilmuannya guna memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah, riset akademis, dan pemberdayaan masyarakat.

Di usia yang masih terbilang muda (35 tahun), Dedy sudah menjabat sebagai sekretaris BKKBN Sumbar yang dilantik pada 30 Juni 2025 oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga / BKKBN), Dr.Wihaji,S.Ag.M.Pd.

Setelah resmi menyandang gelar Doktor pada usia 37 tahun, Dedy semakin memperkuat kapasitas kepemimpinannya dalam mengintegrasikan isu-isu lingkungan teknologi, dan pembangunan kependudukan di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.

Pencapaian akademis ini
Keberhasilan ini diraih setelah melalui rangkaian sidang promosi doktor yang menguji disertasinya yang berfokus pada keterkaitan krusial antara dinamika lingkungan, tata kelola program keluarga, serta pemanfaatan teknologi informasi.

Dalam berbagai rekam jejak akademis dan profesionalnya, sekretaris BKKBN termuda se-Indonesia ini dikenal aktif memadukan pendekatan ilmiah lintas sektor. Penelitian dan karya ilmiah yang digelutinya konsisten menyoroti pentingnya strategi kebijakan yang adaptif terhadap kualitas lingkungan hidup.

Guna mendukung ketahanan keluarga serta kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang, apalagi dalam perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang sangat pesat manjadi peluang untuk bisa berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam disertasinya, ada pesan kunci yang menjadi kebaharuan dalam promosi dan edukasi pencegahan stunting dari hulu yaitu Cegah Stunting dengan RANCAK:
Pendekatan RANCAK merupakan kerangka aksi strategis yang sangat efektif untuk pencegahan stunting dari hulu, khususnya bagi kalangan remaja dan calon pengantin.

R – Rencanakan Umur Menikah Ideal
A – Asupan Gizi Seimbang untuk Mencegah KEK
N – Nilai Hemoglobin Normal & Konsumsi TTD
C – Cegah Paparan Rokok Aktif dan Pasif
A – Air Minum Bersih dan Dimasak
K – Kondisi Jamban yang Layak dan Sehat

Pesan RANCAK tersebut disampaikan dengan Model Kampenye Digital AWAS (Attention, Watch, Action, Share) hasil pengembangan dari AISAS dan AIDMA. Semoga kontribusi penelitiannya ini memberikan dampak yang positif dalam pembangunan di Sumatera Barat, terutama pembangunan kependudukan (pembangunan non fisik).

Pencapaian gelar doktor ini disambut baik oleh berbagai kalangan, baik di lingkungan akademisi Universitas Negeri Padang (UNP) maupun di jajaran instansi pemerintahan.

Kehadiran para akademisi berlatar belakang multidisipliner seperti Dr. Dedy Agustanto diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan solusi strategis bagi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan, percepatan pencegahan dan penurunan stunting, serta pengelolaan lingkungan hidup di Sumatera Barat ke depan.

Dalam ujian terbuka tersebut, Dedy diuji oleh sejumlah akademisi dan pakar. Promotor yakni Prof. Dr. Nurhasan Syah, M.Pd., sedangkan co-promotor Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum.
Sementara penguji luar adalah Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D., yang disebut sebagai Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN. Penguji internal terdiri atas Dr. dr. Elsa Yuniarti, S.Ked., M.Biomed., AIFO-K., dan Dr. Syafrijon, S.Pd., M.Kom.

Riset tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat menjadi salah satu pendekatan dalam edukasi pencegahan stunting berbasis komunitas remaja, khususnya melalui pemanfaatan media digital.
Dengan diraihnya gelar doktor tersebut, Dedy Agustanto kini memiliki capaian akademik yang selaras dengan tugasnya di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga, terutama dalam mendorong inovasi komunikasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan stunting.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news