PNP Terima 2.513 Mahasiswa Baru, Tersaring dari Lebih 26 Ribu Pendaftar

23 hours ago 11

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF  — Politeknik Negeri Padang (PNP) menerima sebanyak 2.513 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Ribuan mahasiswa baru itu ditrima di prguruan tinggi vokasi tersebut, setelah berhasil melewati proses seleksi yang diikuti lebih dari 26 ribu pendaftar, sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang diselenggarakan PNP.

Direktur PNP Revalin Herdianto menyampaikan hal tersebut saat pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) PNP Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM) PNP, Selasa (18/8/2026) pagi.

Pembukaan PKKMB dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gendang dan pemasangan kokarde kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol dimulainya rangkaian pengenalan kehidupan kampus.

Acara pembukaan PKKBM itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Padang Otto Sarbi Damanik, jajaran pimpinan dan civitas akademika PNP, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Revalin menyampaikan bahwa PKKMB menjadi tahapan penting bagi mahasiswa baru sebelum mengikuti proses perkuliahan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan, sistem pendidikan, tata tertib, budaya akademik, serta berbagai layanan dan kegiatan kemahasiswaan di PNP.

Rangkaian PKKMB berlangsung hingga 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti mahasiswa baru yang menempuh pendidikan di kampus utama PNP, tetapi juga mahasiswa dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang berada di Tanah Datar, Solok Selatan, dan Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.

“PKKMB akan dilaksanakan sampai 24 Agustus 2026. Selain di kampus utama ini, PKKMB juga diikuti mahasiswa PSDKU yang berada di Pangkalan Kerinci, Riau, Tanah Datar, dan Solok Selatan,” kata Revalin.

Ia menjelaskan, pelaksanaan PKKMB diharapkan membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan perubahan pola pembelajaran dari tingkat sekolah menengah menuju perguruan tinggi. Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban, etika akademik, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari lingkungan kampus.

Menurut Revalin, jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 26 ribu orang menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat kepada PNP. Dari puluhan ribu pendaftar tersebut, hanya 2.513 orang yang berhasil diterima melalui proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Tingginya persaingan itu menjadi alasan bagi mahasiswa yang telah diterima untuk memanfaatkan kesempatan belajar secara sungguh-sungguh. Mereka diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga meningkatkan keterampilan, memperluas pengalaman, dan membangun karakter selama menjalani pendidikan.

Sebagai perguruan tinggi vokasi, PNP memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap menghadapi kebutuhan dunia profesional. Proses pendidikan diarahkan agar mahasiswa memiliki penguasaan teori sekaligus kemampuan praktik yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan industri.

Karena itu, mahasiswa baru diharapkan mampu mengikuti seluruh proses pendidikan dengan disiplin, aktif, dan bertanggung jawab. Kemampuan akademik perlu diperkuat dengan keterampilan berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, beradaptasi dengan teknologi, serta menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Revalin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang telah melibatkan PNP dalam Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Dukungan tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh pengalaman pendidikan berwawasan internasional.

Salah satu bentuk dukungan itu adalah kesempatan bagi 14 mahasiswa Program Studi Teknik Elektro PNP untuk mengikuti program pendidikan di Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota karena telah memberikan kesempatan kepada PNP untuk mengirimkan 14 mahasiswa Teknik Elektro ke Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok,” ujar Revalin.

Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Selain memperdalam kompetensi sesuai bidang keilmuan, mahasiswa juga dapat mengenal perkembangan teknologi, budaya belajar, dan lingkungan pendidikan di negara lain.

Program tersebut sekaligus menjadi salah satu wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sinergi itu diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa memperoleh akses terhadap pendidikan dan pengalaman bertaraf internasional.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil diterima di PNP. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi harus disertai semangat belajar, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam mempersiapkan masa depan.

Fadly mengatakan, masa perkuliahan yang berlangsung sekitar dua hingga empat tahun merupakan waktu yang relatif singkat. Karena itu, setiap mahasiswa perlu menyusun tujuan sejak awal dan memanfaatkan waktu perkuliahan secara produktif.

“Masa kuliah yang hanya berlangsung dua hingga empat tahun merupakan waktu yang relatif singkat. Karena itu, adik-adik harus mampu mendisiplinkan diri, mematuhi aturan kampus, serta ikut berkontribusi dalam lingkungan perguruan tinggi,” katanya.

Menurut Fadly, mahasiswa perlu memahami bahwa pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Proses pembentukan karakter dan kemampuan sosial juga dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan di luar perkuliahan.

Oleh sebab itu, ia mendorong mahasiswa PNP untuk aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, baik badan eksekutif mahasiswa, senat mahasiswa, maupun organisasi dan unit kegiatan mahasiswa lainnya. “Saya sangat senang apabila ada mahasiswa yang aktif di BEM, senat mahasiswa, maupun organisasi kemahasiswaan lainnya. Justru itu merupakan bagian dari proses belajar menjadi pemimpin,” ujarnya.

Fadly menilai organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan manajemen waktu. Pengalaman berorganisasi juga melatih mahasiswa menyampaikan gagasan, menyelesaikan persoalan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Meski demikian, keterlibatan dalam organisasi harus tetap berjalan seimbang dengan kewajiban akademik. Mahasiswa diharapkan mampu mengatur waktu sehingga aktivitas organisasi dapat mendukung, bukan menghambat, penyelesaian pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Fadly menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program, termasuk Progul Padang Juara. Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda dalam mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan.

Salah satu implementasinya adalah pemberian kesempatan dan dukungan pendidikan bagi pelajar maupun mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri. Program tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki wawasan global tanpa kehilangan kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Fadly menyebut Pemko Padang telah mengirimkan 14 mahasiswa ke Arizona University, Amerika Serikat. Selain itu, kerja sama dengan Provinsi Guangdong, China, juga membuka peluang bagi 60 pelajar untuk mendapatkan pengalaman pendidikan bertaraf internasional.

“Kesempatan tersebut kami harapkan mampu memperluas wawasan peserta, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memperkuat kompetensi mereka. Setelah menyelesaikan program pendidikan, para peserta juga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan kontribusi bagi Kota Padang dan Sumatera Barat,” katanya.(*)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news