Jumali Senin, 22 Juni 2026 11:47 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena empat tim nasional dari satu kawasan politik yang sama sering menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar sepak bola dunia. Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara tetap tampil sebagai tim terpisah dalam kompetisi resmi FIFA meskipun berada dalam satu negara kesatuan, yakni Inggris Raya. Kondisi ini menjadi salah satu pengecualian paling unik dalam struktur sepak bola internasional.
Dilansir dari Diario AS, keunikan tersebut berakar dari sejarah panjang lahirnya sepak bola modern di kawasan Britania Raya. Jauh sebelum organisasi internasional sepak bola terbentuk, masing-masing wilayah sudah memiliki asosiasi sepak bolanya sendiri. Situasi inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat mengapa keempatnya tetap diakui sebagai entitas berbeda hingga saat ini.
Empat asosiasi tersebut adalah The Football Association yang berdiri pada 1863, diikuti Scottish Football Association pada 1873, Football Association of Wales pada 1876, serta Irish Football Association pada 1880. Keempatnya kemudian dikenal sebagai Home Nations, yang sudah lebih dulu aktif mengatur pertandingan internasional sebelum FIFA berdiri pada 1904.
Pertandingan internasional pertama dalam sejarah modern terjadi pada 30 November 1872 ketika Inggris dan Skotlandia bertemu di Glasgow dengan hasil imbang 0-0. Laga tersebut menjadi tonggak penting lahirnya sepak bola internasional, bahkan jauh sebelum sistem kompetisi global dibentuk.
Selain itu, keempat asosiasi ini juga memiliki peran besar dalam pembentukan aturan sepak bola dunia. Pada 1886, mereka mendirikan badan bernama International Football Association Board yang hingga kini masih bertugas menetapkan dan mengubah Laws of the Game atau aturan resmi sepak bola dunia. Hingga saat ini, keempat Home Nations masing-masing memiliki satu suara di lembaga tersebut, menjadikan mereka sangat berpengaruh dalam keputusan aturan permainan.
Ketika FIFA berdiri, posisi historis Home Nations sudah sangat kuat. Hal ini membuat FIFA memberikan pengakuan khusus terhadap Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara sebagai anggota terpisah. Status ini kemudian dikukuhkan secara resmi dalam aturan organisasi, yang mengizinkan keempatnya tetap berkompetisi sebagai tim nasional independen.
Perdebatan tentang mengapa mereka tidak digabung menjadi satu tim nasional sebenarnya telah lama muncul. Namun, faktor identitas, tradisi, serta rivalitas sejarah menjadi alasan utama. Masing-masing wilayah memiliki basis suporter dan kebanggaan nasional yang sudah terbentuk lebih dari satu abad, sehingga penyatuan tim dianggap tidak sesuai dengan akar budaya sepak bola mereka.
Di sisi lain, status terpisah ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran federasi di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara terkait hilangnya representasi independen dalam kompetisi internasional. Situasi tersebut membuat struktur yang ada tetap dipertahankan hingga sekarang.
Menariknya, dalam ajang Olimpiade, situasi berbeda terjadi. Atlet dari keempat wilayah tersebut bertanding dalam satu tim bernama Great Britain atau Team GB, karena Komite Olimpiade Internasional mengakui mereka sebagai satu kesatuan negara berdaulat.
Dengan sejarah panjang, pengaruh besar dalam pembentukan aturan, serta status khusus sebelum FIFA berdiri, keempat Home Nations tetap mempertahankan identitas masing-masing. Kondisi ini menjadikan Inggris Raya sebagai satu-satunya wilayah di dunia yang memiliki lebih dari satu tim nasional resmi dalam sepak bola internasional modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































