Roblox Kehilangan Rp1,2 Triliun, CEO: Kurang Game Viral

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Kamis, 13 Agustus 2026 12:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Tahun 2026 menjadi periode yang berat bagi perusahaan platform gim online Roblox Corporation. Nilai saham perusahaan tersebut dilaporkan merosot hingga 70% dalam setahun terakhir, menghapus puluhan miliar dolar AS dari kapitalisasi pasarnya.

Penurunan tajam ini terjadi seiring melemahnya pertumbuhan pengguna dan berkurangnya pendapatan dari transaksi dalam gim. Manajemen Roblox mengakui bahwa absennya gim-gim viral yang mampu menarik jutaan pemain menjadi salah satu penyebab utama memburuknya kinerja perusahaan.

Kehilangan Magnet Game Viral

Sepanjang 2025, Roblox menikmati lonjakan aktivitas berkat sejumlah gim yang menjadi fenomena global, seperti Grow a Garden dan Steal the Brainrot. Judul-judul tersebut berhasil mendongkrak jumlah pemain sekaligus meningkatkan belanja pengguna di dalam platform.

Namun memasuki 2026, tren itu berbalik. Roblox belum menemukan gim baru yang mampu menciptakan efek viral serupa. Akibatnya, pertumbuhan pemain melambat dan keterlibatan pengguna mengalami penurunan.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kepercayaan investor yang selama ini menilai Roblox memiliki kemampuan menciptakan tren baru di industri gim digital.

Pengguna Aktif Menurun Tiga Kuartal Beruntun

Data kuartal kedua 2026 menunjukkan jumlah pengguna aktif harian Roblox turun menjadi sekitar 123 juta akun. Angka itu jauh di bawah puncak 152 juta pengguna aktif harian yang tercatat pada kuartal ketiga 2025.

Penurunan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut, menandakan tantangan serius dalam mempertahankan basis pemain yang sebelumnya tumbuh sangat cepat.

Selain pengguna aktif harian, jumlah pemain unik bulanan juga mengalami penyusutan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa euforia yang sempat mengangkat Roblox pada 2025 mulai mereda.

Belanja Pemain Ikut Melambat

Masalah Roblox tidak berhenti pada jumlah pemain. Pengeluaran pengguna untuk membeli item digital dan berbagai fitur premium juga tumbuh jauh lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan transaksi dalam platform hanya mencapai sekitar 8% secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Angka tersebut dinilai jauh di bawah ekspektasi pasar.

Penurunan monetisasi terjadi karena pemain kini lebih banyak menghabiskan waktu pada gim yang menghasilkan pendapatan lebih kecil bagi Roblox dibandingkan gim-gim viral yang sempat mendominasi tahun lalu.

Roblox Akui Salah Prediksi

Chief Financial Officer Roblox, Naveen K. Chopra, mengakui perusahaan tidak memperkirakan perubahan perilaku pengguna akan berlangsung sebesar ini.

Menurut Chopra, perpindahan pemain dari gim-gim viral dengan tingkat monetisasi tinggi menuju pengalaman bermain yang lebih stabil tetapi menghasilkan pendapatan lebih rendah menjadi faktor utama yang menekan kinerja keuangan perusahaan.

Selain itu, perubahan algoritma rekomendasi Roblox turut memengaruhi kondisi tersebut. Sistem kini lebih memprioritaskan gim dengan tingkat retensi jangka panjang dibandingkan potensi pendapatan jangka pendek.

Prospek 2026 Masih Penuh Tantangan

Di tengah tekanan tersebut, Roblox memilih tidak memberikan proyeksi pendapatan untuk sisa tahun 2026. Perusahaan menilai kondisi pasar masih terlalu dinamis dan sulit diprediksi.

Manajemen bahkan memperkirakan pendapatan kuartal ketiga berpotensi kembali mengalami penurunan secara tahunan.

Sejumlah analis menilai kasus Roblox menjadi contoh bahwa ketergantungan terhadap fenomena viral memiliki risiko besar. Ketika tidak ada judul baru yang mampu menarik perhatian massal, pertumbuhan pengguna dan pendapatan dapat melambat secara signifikan.

Di sisi lain, strategi Roblox yang kini lebih menekankan pengalaman bermain jangka panjang bisa membantu menjaga loyalitas pemain. Namun pendekatan tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan dampak finansial yang setara dengan kesuksesan gim viral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news