Kekeringan Kulonprogo, DPRD Minta Pemkab Siapkan Sumur Bor

2 hours ago 1

Kekeringan Kulonprogo, DPRD Minta Pemkab Siapkan Sumur Bor

Penyaluran bantuan air bersih di Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, pada musim kemarau tahun lalu./Dokumen Harian Jogja

Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kulonprogo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo tidak hanya mengandalkan droping air untuk menangani kekeringan yang terjadi selama musim kemarau. Dewan mendesak adanya solusi permanen agar masyarakat di wilayah rawan kekeringan memiliki akses air bersih secara berkelanjutan.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, menyusul kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah setelah berbulan-bulan tidak turun hujan. Menurutnya, droping air yang dilakukan BPBD Kulonprogo setiap hari hanya menjadi langkah darurat.

DPRD Dorong Pembangunan Sumur Bor

Aris menegaskan persoalan kekeringan yang dialami masyarakat di wilayah perbukitan tidak seharusnya terus diselesaikan dengan bantuan air. Pemerintah, menurutnya, perlu menghadirkan sumber air yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

"Pemerintah harus hadir dengan solusi permanen termasuk segera mengkaji dan merealisasikan sumur bor apabila secara teknis memungkinkan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Aris juga meminta Pemkab Kulonprogo mengambil langkah konkret dengan memetakan wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Dari pemetaan tersebut, pemerintah dapat menyiapkan sumber air alternatif bagi masyarakat yang rutin membutuhkan droping air setiap musim kemarau.

"Kami mendorong Pemkab melakukan pemetaan wilayah rawan ekeringan dan menyiapkan anggaran untuk pembangunan sumber air alternatif," tambahnya.

Menurut Aris, DPRD Kulonprogo siap mengawal agar pembangunan sumur dapat masuk dalam prioritas perencanaan daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara memadai.

"DPRD siap mengawal agar persoalan ini masuk dalam prioritas perencanaan dan penganggaran daerah sehingga setiap musim kemarau masyarakat tidak lagi menghadapi persoalan yang sama," ucap Politisi PDI Perjuangan Kulonprogo ini.

"Air bersih adalah hak dasar masyarakat sehingga negara tidak boleh hadir hanya ketika warga sudah kesulitan mendapatkan air," imbuh Aris.

Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh Langganan Kekeringan

Sejumlah wilayah di Kulonprogo seperti Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh diketahui selalu menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau. Kondisi tersebut tidak dialami masyarakat di tiga kapanewon itu ketika musim kemarau basah.

Namun, kemarau yang telah berlangsung berbulan-bulan tanpa hujan membuat kondisi air tanah menyusut dan berkurang drastis. BPBD Kulonprogo pun terus melayani permintaan droping air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, mengatakan data terakhir menunjukkan volume air yang disalurkan di Kokap telah mencapai 80 ribu liter. Bantuan tersebut menyasar 373 jiwa dari 137 KK.

"Data terakhir, di Kokap total volume air yang disalurkan sudah mencapai 80 ribu liter dengan sasaran penerima 373 jiwa dari 137 KK," ujar Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada dikonfirmasi terpisah.

Setiawan menjelaskan data tersebut diperbarui setiap hari Minggu tiap pekannya. Di Kokap, Kalurahan Hargowilis menjadi wilayah yang paling parah mengalami kekeringan dengan total 60 ribu liter air yang telah didroping.

Droping Air di Girimulyo dan Samigaluh

Sementara itu, droping air di Girimulyo juga telah mencapai 80 ribu liter. Bantuan tersebut diberikan kepada 335 jiwa dari 130 KK di Kalurahan Jatimulyo dan Pendoworejo.

Adapun di Samigaluh, jumlah droping air hingga data terakhir tercatat paling sedikit dibandingkan Kokap dan Girimulyo. Totalnya baru mencapai 35 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan 192 jiwa dari 66 KK di Kalurahan Banjarsari dan Sidoharjo.

"Di Samigaluh droping air paling sedikit baru 35 ribu liter totalnya sampai data terakhir untuk 192 jiwa dari 66 KK di Kalurahan Banjarsari dan Sidoharjo," ungkap Setiawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news