Program Vokasi 2026 Dibuka, 50 Ribu Korban PHK Jadi Prioritas

4 hours ago 2

Program Vokasi 2026 Dibuka, 50 Ribu Korban PHK Jadi Prioritas

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan program pelatihan vokasi nasional bagi 50.000 korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari stimulus ekonomi semester II 2026. Program vokasi 2026 tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja di tengah dinamika ekonomi nasional.

Selain menyasar korban PHK, pemerintah juga menargetkan sebanyak 220.000 peserta lainnya dari kalangan lulusan SMA dan SMK. Program ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung percepatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan seluruh aspek pelaksanaan program agar berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Tentu langkah yang sudah dan sedang kami lakukan adalah menyiapkan program dengan sebaik-baiknya,” kata Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Pemerintah Siapkan Rp6,26 Triliun untuk Magang dan Vokasi

Selain program pelatihan vokasi nasional, pemerintah juga melanjutkan Program Magang Nasional (MagangHub) angkatan kedua pada 2026. Sepanjang tahun ini, program tersebut ditargetkan mampu menjangkau hingga 150.000 peserta.

Untuk mendukung pelaksanaan program magang dan vokasi, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,26 triliun pada semester II 2026. Dana tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi yang total nilainya mencapai sekitar Rp26,34 triliun pada paruh kedua tahun ini.

Yassierli menjelaskan pemerintah akan melakukan sejumlah penyempurnaan dalam pelaksanaan program magang angkatan berikutnya. Perbaikan tersebut antara lain mencakup pemerataan sebaran peserta serta distribusi bidang kejuruan atau profesi yang menjadi lokasi magang.

Lebih dari 100 Ribu Peserta Ikuti Magang Nasional

Menurut Yassierli, Program Magang Nasional 2025 sebelumnya berhasil melibatkan 102.600 peserta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut didukung oleh 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah yang berperan sebagai lokasi pelaksanaan magang.

Peserta program mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari uang saku setara upah minimum hingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Selain itu, peserta juga memperoleh pendampingan langsung dari mentor yang disiapkan oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Pemerintah juga memberikan akses sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Jika pada angkatan pertama sertifikasi kompetensi bersifat opsional, pada Program Magang Nasional angkatan kedua fasilitas tersebut akan terintegrasi langsung dengan pelaksanaan program.

Yassierli menambahkan Program Magang Nasional angkatan pertama tahun 2025 telah resmi berakhir pada pekan lalu. Sementara itu, pemerintah akan segera mengumumkan jadwal pelaksanaan angkatan kedua yang ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026.

Stimulus Ekonomi Semester II Capai Rp26,34 Triliun

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program magang dan vokasi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat pada semester II 2026.

Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus ekonomi dengan total anggaran mencapai Rp26,34 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas stimulus sektor transportasi sekitar Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi sebesar Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan senilai Rp18,04 triliun yang akan disalurkan kepada masyarakat.

“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun. Stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun anggaran, magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news